Bankaltimtara

Jalan Rusak, Potret Ironi Masyarakat Pengguna Jalan Soekarno Hatta

Jalan Rusak, Potret Ironi Masyarakat Pengguna Jalan Soekarno Hatta

Ariel Aditya Rahmat S.I.P-(Ist./ Dok. Pribadi)-

Oleh: Ariel Aditya Rahmat S.I.P

JALAN berlubang dan bergelombang seolah telah menjadi “sahabat” masyarakat Kilo, khususnya pengguna jalan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta seperti pada ruas akses kilometer 4 dan Kilometer 12 ke atas. 

Setiap hari, warga harus berhadapan dengan kondisi jalan yang tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan. 

Lubang-lubang yang menganga, permukaan aspal yang tidak rata, serta gelombang jalan memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan dan bermanuver secara tiba-tiba.

Ironisnya, kerusakan tersebut bukanlah persoalan baru. Masyarakat telah berulang kali merasakan dampaknya, bahkan mungkin telah menyampaikan keluhan kepada pihak terkait. Namun, hingga kini, perbaikan yang benar-benar menyeluruh belum juga terlihat. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas justru berubah menjadi lintasan penuh risiko.

BACA JUGA: Pendidikan yang Mencetak Pembangkang

BACA JUGA: Logika Merdeka Bernegara (4-Terakhir): Manajemen Titik Nol

Bagi pengendara sepeda motor, jalan berlubang dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan, terutama pada malam hari ketika lubang sulit terlihat. Bagi pengemudi mobil dan kendaraan angkutan, jalan bergelombang mempercepat kerusakan suspensi, ban, serta komponen kendaraan lainnya. 

Lebih dari itu, manuver mendadak untuk menghindari lubang dapat memicu kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan lain.

Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola infrastruktur. Pembangunan jalan tidak boleh berhenti pada tahap pengaspalan semata. Pemerintah perlu memastikan kualitas pekerjaan, sistem drainase yang memadai, pengawasan terhadap kendaraan bertonase berat, serta pemeliharaan rutin. 

Jalan yang cepat rusak bisa menjadi tanda bahwa perencanaan, pelaksanaan, atau pengawasannya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA: Ketika Manusia Membela Tuhan

BACA JUGA: Dilema Etika ASN: Antara Loyalitas Pada Atasan Dan Kepatuhan Pada Hukum

Masyarakat tentu memahami bahwa pembangunan dan perbaikan jalan membutuhkan proses serta anggaran. Namun, alasan tersebut tidak boleh menjadi pembenaran untuk membiarkan kerusakan berlangsung tanpa kepastian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: