Sejumlah Ledakan Terdengar di Riyadh, Pemerintah Arab Saudi Keluarkan Peringatan Dini
Salah satu serangan yang terjadi di Arab Saudi pada September 2026 ini.-Anadolu-
DOHA, NOMORSATUKALTIM - Stasiun TV Al Araby, Sabtu, 19 September 2026 melaporkan adanya sejumlah ledakan terdengar di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh.
Beberapa ledakan terjadi di Provinsi Riyadh untuk pertama kalinya sejak konflik antara Arab Saudi dan pemberontak Houthi dari Yaman pecah pada pertengahan Juli.
Laporan media penyiaran yang dikutip Antara itu menyampaikan, ledakan juga terdengar di Provinsi terdekat, Al-Kharj.
Otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara bagi warga Riyadh pada dini hari 19 September.
BACA JUGA: Iran Ajukan Tujuh Syarat yang Harus Dipenuhi Amerika Serikat untuk Buka Selat Hormuz
Ini menjadi peringatan pertama di ibu kota sejak puncak perang Amerika Serikat dan Iran pada Maret dan April.
Dikutip dari Straits Times, Sabtu, 19 September 2026, sistem peringatan dini Arab Saudi mengirimkan notifikasi darurat kepada warga Riyadh sekitar pukul 04.00 dan kembali pada pukul 06.00 waktu setempat.
Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai ancaman yang memicu peringatan tersebut.
Sebelumnya pada Kamis, 17 September 2029, seorang warga negara Yaman tewas dan seorang lainnya terluka akibat serpihan pesawat nirawak (drone) yang jatuh di Provinsi Taif di Arab Saudi barat.
BACA JUGA: Pernyataan Bersama Pemimpin BRICS, Desak Israel Tarik Pasukan dari Lebanon
Dinas Pertahanan Sipil Saudi menyatakan, dalam insiden itu juga, seorang warga Arab Saudi juga terluka. Sejumlah bangunan dan kendaraan juga mengalami kerusakan dalam insiden tersebut.
Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan baru sepanjang September. Kelompok Houthi yang didukung Iran dan berbasis di Yaman menargetkan sejumlah kota di wilayah barat serta infrastruktur energi Arab Saudi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
