Bankaltimtara

Suhu Capai 37,8 Derajat Celcius, Berau Jadi Daerah Terpanas di Indonesia

Suhu Capai 37,8 Derajat Celcius, Berau Jadi Daerah Terpanas di Indonesia

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau melakukan pengukuran suhu udara.-Setiawan/Nomorsatukaltim-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stamet Kalimarau mencatat Berau menjadi daerah terpanas di Indonesia. Dengan suhu 37,8 derajat celcius pada Minggu, 23 Agustus 2026 kemarin.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi menyebut, dari data yang dimiliki, suhu 37,8 derajat celcius adalah suhu tertinggi sepanjang sejarah di Berau.

“Kemarin itu tercatat yang paling tinggi, sebelumnya tidak sampai 37,8 derajat celcius dan itu suhu paling tinggi di Indonesia,” ujarnya kepada Nomorsatukaltim, Senin, 24 Agustus 2026.

Dikatakannya, suhu panas tersebut dipengaruhi beberapa factor, yakni posisi matahari yang tepat berada di garis katulistiwa, menjadikan suhu panas di Berau menjadi lebih tinggi.

BACA JUGA: Intensitas Hujan Minim, Kemarau di Berau Diprediksi Sampai Tahun Depan

BACA JUGA: Terdesak Panas Ekstrem, 3 Orangutan Tinggalkan Habitat Masuk Permukiman

“Terlebih memang, Berau ini berada di utara garis katulistiwa. Jadi memang terasa lebih panas,” ungkapnya.

Faktor lainnya, tidak adanya tutupan awan menjadikan paparan sinar matahari langsung ke bumi, menyebabkan terjadinya panas meningkat. Faktor ketiga, menumpuknya partikel padat di udara yang turut menyumbang suhu panas.

“Tiga faktor inilah yang menyebabkan suhu di Berau menjadi lebih panas dan memuncaki klasemen daerah terpanas di Indonesia,” terangnya.

Lanjutnya, dengan kondisi saat ini, di mana kebakaran hutan dan lahan secara masif terjadi di Berau, menambah partikel padat di udara menjadi lebih banyak.

BACA JUGA: Cuaca Panas Melanda Samarinda, Dinkes Ingatkan Bahaya Heat Stroke

BACA JUGA: Periode 1-21 Agustus Tercatat 11.869 Titik Panas di Kaltim, BMKG: Perkuat Mitigasi Cegah Karhutla

“Partikel padat itu merupakan zat yang terbentuk akibat pembakaran. Jadi sedikit banyaknya, Karhutla itu menyumbang panas,” jelasnya.

Selain 3 faktor tersebut, dia menjelaskan, kecepatan angin juga menjadi salah satu pendukung meningkatnya suhu panas di Berau.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: