Saring Suspek TPPO, Imigrasi Bontang Perketat Wawancara Paspor
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang, Khairil Anwar-Michael-Disway Kaltim
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) semakin bervariatif. Alhasil, penegak hukum pun semakin kesulitan dalam mengungkapkan kasus tersebut.
Karena, targetnya bukan lagi dari kelompok masyarakat berpendidikan rendah atau mereka yang sedang cari pekerjaan. Tetapi, orang berpendidikan tinggi juga kerap kali terjebak dengan bujuk rayu para pelaku TPPO ini.
Kondisi inilah yang membuat Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang memperketat pemeriksaan terhadap pemohon paspor. Khususnya mereka yang memiliki rencana perjalanan ke sejumlah negara yang dinilai rawan menjadi jalur keberangkatan korban TPPO, termasuk Malaysia.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang, Khairil Anwar menjelaskan, pemeriksaan mendalam bukan dimaksudkan untuk mempersulit masyarakat. Justru, proses wawancara menjadi salah satu cara Imigrasi memastikan perjalanan seseorang aman.
BACA JUGA:Market Day ASN Setda Berau, Wadah Kreativitas dan Semangat Kewirausahaan
Tidak dimanfaatkan oleh jaringan perdagangan orang. “Memang kalau yang ke Malaysia itu kita agak lebih ketat. Takutnya jadi korban TPPO. Karena fungsi kita selain memberikan perizinan juga melakukan perlindungan,” kata Khairil pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Tidak sedikit masyarakat yang merasa proses wawancara di Imigrasi terlalu banyak pertanyaan. Padahal, menurutnya, pertanyaan tersebut diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara identitas, tujuan perjalanan, hingga pihak yang membiayai atau mengajak seseorang ke luar negeri.
Jika tujuan perjalanan jelas dan dokumen lengkap, pengurusan paspor sebenarnya relatif mudah. “Kalau kredibel untuk ke luar negeri, gampang. Begitu mau bikin paspor cuma bawa KTP, KK, akta kelahiran, selesai,” katanya.
Persoalan muncul ketika petugas menemukan cerita perjalanan yang tidak masuk akal. Bahkan terdapat sejumlah tanda yang mengarah pada potensi eksploitasi.
BACA JUGA:Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Hampir Rampung, Pemkot Targetkan Dibuka pada 23-24 Agustus
Misalnya, seorang pemohon yang baru lulus sekolah tiba-tiba akan berangkat ke luar negeri. Alasannya, karena diajak kerabat. Namun, orang yang mengajaknya justru tidak ikut dalam perjalanan. Situasi seperti itu menjadi perhatian petugas.
“Kalau adik-adik kita baru lulus, terus diajak sama omnya, diajak sama tante, tapi tantenya enggak ikut, kita mulai curiga. Jangan-jangan diiming-imingi,” jelas Khairil.
Kecurigaan tersebut bukan berarti pemohon langsung dianggap sebagai korban atau pelaku. Imigrasi akan menggali informasi lebih jauh untuk memastikan tujuan perjalanan sebenarnya.
Masyarakat perlu memahami bahwa modus TPPO tidak selalu berupa penculikan atau pemaksaan. Tawaran pekerjaan dengan gaji besar, perjalanan gratis, hingga ajakan dari orang yang dikenal dapat menjadi pintu masuk ke jaringan perdagangan orang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
