Bankaltimtara

Samarinda Makin Panas, Suhu Agustus Diprediksi Capai 35 Derajat Celcius

Samarinda Makin Panas, Suhu Agustus Diprediksi Capai 35 Derajat Celcius

Sungai Karang Mumus yang sudah mengering akibat kemarau panjang.-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Suhu udara di Kota Samarinda diprakirakan semakin panas sepanjang Agustus 2026, dengan suhu maksimum diprediksi mencapai 35 derajat Celsius atau lebih tinggi dibandingkan catatan suhu maksimum pada Juli yang mencapai 34,1 derajat Celsius.

Forecaster BMKG Samarinda, Fiona Alya Hanifah mengatakan, peningkatan suhu tersebut berkaitan dengan kondisi atmosfer yang relatif kering serta berkurangnya tutupan awan yang membuat radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan.

“Maksimumnya 35 derajat Celsius. Kalau bulan kemarin  itu masih di 34,1, tetapi bulan ini tampaknya akan menyentuh 35,” kata Fiona, Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut Fiona, kondisi atmosfer yang kering turut dipengaruhi rendahnya kelembapan udara di wilayah Samarinda selama periode tersebut. Kondisi itu membuat panas matahari lebih mudah meningkatkan suhu udara di permukaan.

BACA JUGA: Wali Kota Samarinda Berharap Pemprov Lakukan Koordinasi Lintas Daerah Tangani Karhutla

BMKG Samarinda juga memperkirakan peluang hujan masih tetap ada selama Agustus, meski intensitasnya cenderung ringan sehingga belum banyak membantu mengurangi kondisi panas yang dirasakan masyarakat.

“Kalau untuk hujan mungkin saja terjadi, tetapi intensitas curah hujannya ringan,” terangnya.

Fiona menjelaskan, minimnya tutupan awan menjadi salah satu faktor penting yang membuat suhu udara meningkat.

Ketika awan lebih sedikit, sinar matahari dapat mencapai permukaan bumi dengan lebih leluasa sejak pagi hingga siang hari.

BACA JUGA: Kemarau Makin Meluas, BMKG Sebut Hujan Masih Berpotensi Turun di Kaltim

Kondisi tersebut kemudian membuat proses pemanasan permukaan berlangsung lebih kuat, terutama pada periode siang hingga sore.

Rendahnya kelembapan udara juga membuat kondisi panas lebih terasa bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

BMKG Samarinda juga memberikan perhatian terhadap kemungkinan terjadinya kondisi kemarau yang lebih kering pada tahun ini.

Fiona menyebut karakteristik kemarau 2026 memiliki sejumlah kemiripan dengan kondisi yang pernah terjadi pada 1997 dan 2023.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: