Bankaltimtara

Gempa M5,2 Kembali Guncang NTT, BMKG Ingatkan Waspada Gempa Susulan

Gempa M5,2 Kembali Guncang NTT, BMKG Ingatkan Waspada Gempa Susulan

Gempa M5,2 kembali mengguncang NTT pada 19 Agustus 2026. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami dan mengingatkan warga waspada gempa susulan.-(Tangkapan layar/ BMKG)-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Gempa bumi magnitudo 5,2 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 19 Agustus 2026. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 10.13  WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 54 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 8,23 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,51 derajat Bujur Timur (BT). 

BACA JUGA: Data Terbaru BPBD NTT: 7.968 Rumah dan 744 Fasum Rusak akibat Gempa M7,7

BACA JUGA: Cerita Haru Gempa NTT, Seorang Ibu Jalani Proses Persalinan di Tengah Gempa

Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah, dengan intensitas III-IV MMI di Kabupaten Nagekeo dan IV MMI di Kabupaten Ende.

BMKG menyatakan gempa M5,2 tersebut tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," demikian imbauan BMKG dalam informasi gempa tersebut.

Gempa M5,2 di Nagekeo terjadi di tengah rangkaian aktivitas gempa susulan setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

BACA JUGA: BMKG Ungkap Sumber Gempa M7,7 NTT, Ternyata Sesar Ini Bisa Capai M7,9

BACA JUGA: Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak

Sebelumnya, BMKG mencatat 2.119 gempa susulan hingga Selasa, 18 Agustus 2026, pukul 05.00 WIB. 

Gempa susulan tersebut memiliki magnitudo antara M1,3 hingga M6,2. Dari jumlah tersebut, 24 kejadian memiliki magnitudo lebih dari M5 dan 70 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: