Bankaltimtara

Sempat Molor, Disdikbud Kaltim Targetkan Seragam Gratis Tuntas dalam 2 Bulan

Sempat Molor, Disdikbud Kaltim Targetkan Seragam Gratis Tuntas dalam 2 Bulan

Siswa siswi SMA 10 Samarinda ditarget menjadi penerima manfaat seragam sekolah gratis tahap pertama.-(Disway Kaltim/ Mayang Sari)-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan pembagian seragam sekolah gratis bagi siswa baru tahun ajaran 2026/2027 mulai memasuki tahap distribusi. 

Penyaluran perdana ditargetkan berlangsung pada akhir Juli 2026 untuk 3 sekolah yang telah menyelesaikan pendataan peserta didik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, juga menyampaikan permohonan maaf kepada siswa dan orang tua atas belum tersalurkannya bantuan seragam pada awal tahun ajaran. 

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi evaluasi agar pelaksanaan program pada tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik.

BACA JUGA: Siswa SMA/SMK di Kaltim Boleh Pakai Pakaian Bebas, Selama Seragam Gratis Belum Dibagikan

"Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Kami akan terus melakukan perbaikan supaya ke depan prosesnya bisa lebih cepat," ungkap Armin, Minggu, 26 Juli 2026.

Armin mengatakan, proses pengadaan seragam masih berjalan sesuai kontrak dengan penyedia. Tahap awal diprioritaskan kepada sekolah yang lebih dulu menuntaskan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) sehingga data penerima, termasuk ukuran pakaian, telah dinyatakan lengkap.

"Tahap awal mudah-mudahan akhir Juli sudah siap dibagikan untuk tiga sekolah unggulan terlebih dahulu," ujarnya.

Adapun, Tiga sekolah tersebut yakni SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Tenggarong, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara. Menurut Armin, ketiganya dipilih karena proses administrasi siswa baru telah selesai sehingga pengadaan seragam dapat langsung dilakukan.

BACA JUGA: Fiskal Tertekan, Syahariah Ingatkan Program Gratispol Pendidikan Jangan Ikut Melambat

Ia memperkirakan, sekitar 800 siswa akan menerima bantuan pada tahap pertama. Setelah itu, distribusi dilanjutkan secara bertahap ke SMA dan SMK negeri di seluruh Kaltim.

"Yang lain menyusul secara bertahap. Kami berharap dalam satu sampai dua bulan seluruh penyaluran bisa diselesaikan," sebutnya.

Armin menjelaskan, proses pengadaan seragam berbeda dengan pengadaan perlengkapan lain, seperti buku pelajaran. Seragam harus diproduksi sesuai ukuran masing-masing siswa sehingga pemerintah harus menunggu data peserta didik yang telah final dari sekolah.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat distribusi baru dapat dimulai setelah seluruh proses pendataan selesai. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: