Bankaltimtara

Strategi Pengembang Properti Hadapi Tren Penjualan Rumah Inden di Balikpapan

Strategi Pengembang Properti Hadapi Tren Penjualan Rumah Inden di Balikpapan

Salah satu lokasi unit properti yang dikembangkan di Kota Balikpapan.-Chandra/ Nomorsatukaltim-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Penjualan rumah secara inden menjadi salah satu strategi yang digunakan pengembang properti di Balikpapan.

Skema ini memungkinkan konsumen membeli unit rumah, bahkan ketika lokasi masih berupa tanah kosong dengan penawaran harga yang relatif terjangkau dibandingkan pembangunan secara bertahap atau pun skema ready stok.

Menanggapi strategi penjualan properti yang ada di Balikpapan tersebut, Head of Sales Promotion Grand City Balikpapan-Samarinda, Budi Widiyanto mengatakan, setiap proyek yang dipasarkan telah memiliki tahapan pembangunan dan rencana yang disiapkan sejak awal.

Menurutnya, pengembang tidak menerapkan pola menunggu unit terjual terlebih dahulu baru kemudian memulai pembangunan.

BACA JUGA: Sasar Segmen Keluarga Muda dan Investor, Sinar Mas Land Ekspansi ke Samarinda dengan Township 70 Hektare

Sebab, sejak proyek diluncurkan, pengembang telah memiliki perencanaan pembangunan hingga jadwal serah terima kepada konsumen.

“Kalau kita tidak pernah inden, on progress, atau ready stock, itu tidak begitu. Jadi semua yang kita pasarkan, yang kita launching, itu sudah ada tahapannya. Sudah ada plan-nya,” kata Budi, dikonfirmasi pada Minggu, 26 Juli 2026.

Ia menjelaskan, saat proyek diluncurkan, pengembang telah menetapkan target waktu serah terima unit kepada konsumen.

Waktu tersebut dapat berlangsung selama 21 hingga 24 bulan, bergantung pada tahapan pembangunan yang telah direncanakan.

BACA JUGA: Investasi Asing di IKN Bertambah, Perusahaan Asal China Garap Proyek Properti Rp1,2 Triliun

Budi mengatakan, dalam jangka waktu tersebut, pembangunan tidak dilakukan sekaligus. Tahap awal dimulai dengan menyiapkan infrastruktur kawasan yang menjadi bagian dari pembangunan cluster.

Persiapan tersebut meliputi jaringan listrik yang dipasang di dalam tanah, saluran air, hingga jaringan internet. Selain itu, pengembang juga menyiapkan fondasi atau pancang untuk bangunan rumah.

“Pada saat kita janjikan 24 bulan untuk serah terima, tahap pertama sudah kita siapkan untuk persiapan infrastrukturnya dalam cluster. Misalnya kita pasang jaringan listrik di dalam tanah, kemudian kita siapkan saluran air, kita siapkan jaringan internet,” jelasnya.

Menurut Budi, tahap persiapan infrastruktur tersebut dapat berlangsung sekitar satu tahun. Setelah itu, pembangunan rumah mulai dilanjutkan sesuai progres yang telah ditetapkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: