Penataan Pedestrian Dimatangkan, Kendaraan Tak Lagi Bisa Lewat Malioboro
Penataan Pedestrian Dimatangkan, Kendaraan Tak Lagi Bisa Lewat Malioboro-Rama-Disway Kaltim
YOGYAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai mematangkan kajian lanjutan terkait rencana penataan kawasan pedestrian Malioboro.
Kajian tersebut difokuskan pada penyesuaian akses kendaraan, aktivitas ekonomi, hingga penyediaan kantong parkir sebagai penunjang kebijakan yang akan diterapkan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, tim teknis telah diterjunkan untuk mengkaji setiap ruas jalan atau "sirip" yang terhubung langsung dengan kawasan Malioboro.
Menurutnya, setiap sirip memiliki karakteristik dan persoalan yang berbeda sehingga memerlukan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
BACA JUGA:Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas BPPTKG Mencatat Awan Panas Meluncur Sejauh 2 Kilometer
"Yang harus kita kondisikan secara serius, maka kami minggu ini menurunkan tim. Satu sirip itu satu tim untuk mengkaji. Masing-masing sirip kan punya masalah sendiri, mulai dari pedagang, kemungkinan kendaraan bisa putar balik, sampai ada tidaknya kantong parkir," ujar Hasto, dikutip dari jogja.disway.id pada Jumat (24/7/2026).
Hasto menjelaskan, hasil kajian tersebut akan dibahas secara bertahap mulai pekan depan bersama Sekretaris Daerah DIY beserta jajaran pemerintah provinsi. Pembahasan akan dilakukan per kelompok sirip hingga seluruh kawasan memiliki keputusan penataan yang jelas.
"Insyaallah minggu depan kami secara bertahap akan rapat bersama dengan Sekda dan timnya di provinsi. Misalnya empat sirip dulu diputuskan, berikutnya empat sirip lagi, sampai seluruh sirip tereksekusi atau diputuskan," katanya.
BACA JUGA:Pemprov Kalbar Perkuat Intervensi Kesehatan, Angka Stunting Terus Menurun
Ia menegaskan, kajian tidak hanya berfokus pada rekayasa lalu lintas, tetapi juga memperhatikan aktivitas masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Malioboro.
Kebutuhan hotel untuk kegiatan bongkar muat barang, akses menuju pertokoan, hingga mobilitas warga yang mengantar anak sekolah turut menjadi bahan pertimbangan.
"Termasuk tadi pertimbangan Ngarsa Dalem, ada aktivitas loading dari hotel, toko-toko, kemudian pagi hari ada mengantar anak sekolah dan sebagainya. Itu semua menjadi pertimbangan," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai penataan pedestrian akan mengubah pola sirkulasi kendaraan di kawasan Malioboro.
Selama ini, Malioboro menjadi jalur utama sebelum kendaraan menuju jalan-jalan sirip seperti Dagen dan Pajeksan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: disway jogja
