Gelombang Laut Tinggi, BPBD Bontang Ingatkan Potensi Banjir Rob
Banjir rob di Bontang Kuala saat air laut pasang beberapa waktu lalu.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang memberikan peringatan dini, khususnya potensi banjir rob karena gelombang air laut diperkirakan bakal tinggi selama sepekan ke depan.
Peringatan itu diberikan khusus kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Bontang. Salah satunya di kawasan Bontang Kuala yang selama ini menjadi langganan banjir rob.
Kepala BPBD Bontang, Usman mengatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Kalimantan Timur pada periode 8-13 Juli 2026 berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi ini dipengaruhi pola angin dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 5–25 knot. Selain itu, fenomena Super New Moon yang diperkirakan terjadi pada 14 Juli 2026 berpotensi meningkatkan pasang air laut maksimum.
BACA JUGA: Anggaran dari BBPJN Dinilai Tak Cukup, Penanganan Banjir Rob di Bontang Dibantu APBD 2027
“Kondisi ini bisa memicu banjir pesisir (rob) di kawasan pesisir,” kata Usman didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Kaspul Anwar, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia mengakui BPBD telah melakukan langkah mitigasi sejak dini. Koordinasi dilakukan ke sejumlah kelurahan yang berada di wilayah pesisir untuk aktif menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Khususnya bagi nelayan dan warga yang tinggal di kawasan rawan.
“Kami minta agar informasi kewaspadaan ini diteruskan ke nelayan dan warga pesisir. Sehingga mereka bisa lebih waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi,” lanjutnya.
Kaspul Anwar menambahkan, wilayah Bontang Kuala menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus. Mengingat kerentanannya terhadap banjir rob saat pasang maksimum.
BACA JUGA: Jalan Layang Bontang Kuala Belum Diakomodir APBN 2026, Pemkot Siapkan Skema Trotoar Darurat
"Selain sosialisasi langsung, kami juga memanfaatkan grup WhatsApp sebagai sarana penyebaran informasi. Sehingga informasi bisa segera sampai ke masyarakat,” jelasnya.
Meski potensi bencana meningkat, hingga saat ini kondisi di wilayah Bontang masih terpantau aman. BPBD memastikan belum ada laporan kejadian bencana akibat gelombang tinggi maupun rob.
“Alhamdulillah sampai saat ini kondisi masih aman dan belum ada laporan bencana. Kami berharap masyarakat tetap waspada, baik yang melaut maupun yang tinggal di pesisir,” tutup Usman.
BPBD mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, menghindari aktivitas di kawasan pesisir saat pasang maksimum. Selain itu selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas, terutama bagi para nelayan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
