Bankaltimtara

Tak Lolos SPMB, Puluhan Orang Tua Mengadu ke Disdik Samarinda

Tak Lolos SPMB, Puluhan Orang Tua Mengadu ke Disdik Samarinda

Puluhan orang tua saat bertemu dengan pihak Pemkot Samarinda. -Ari/Disway Kaltim-

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Puluhan orang tua calon siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan (Disdik)  Samarinda, Senin 29 Juni 2026.

Kedatangan para orang tua tersebut untuk mencari kepastian nasib anak mereka yang gagal diterima di sekolah negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). 

Aspirasi tersebut difasilitasi Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun. 

Pada pertemuan tersebut, puluhan orang tua murid bertemu dengan Tim Pengawasan SPMB Kota Samarinda. 

Mereka menyampaikan berbagai keluhan terkait hasil seleksi yang membuat banyak calon peserta didik tidak diterima. 

BACA JUGA:Dicari, Pihak Ketiga yang Mau Kelola Driving Range Segiri, Berpotensi Raup PAD Rp 24 Miliar Setahun

Meski telah berulang kali mendaftar di sejumlah sekolah negeri.

"Yang datang kepada kami bukan hanya satu atau dua orang, bahkan ratusan. Ada yang terlempar dari tiga sekolah, enam sekolah, bahkan sampai sembilan sekolah. Mereka khawatir anak-anaknya tidak bisa melanjutkan pendidikan," ujar Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun.

Rina mengatakan, mayoritas laporan yang diterima berasal dari orang tua yang telah berupaya mendaftarkan anak mereka ke berbagai sekolah negeri, namun seluruh pendaftaran berakhir dengan penolakan. 

Kondisi tersebut membuat banyak keluarga semakin cemas karena tahun ajaran baru semakin dekat.

Ia mengungkapkan, terdapat calon siswa yang mencoba mendaftar hingga sembilan sekolah negeri, tetapi tetap tidak memperoleh kuota. 

BACA JUGA:Sri Puji Astuti: Tak Ada Tempat untuk LGBT di Ruang Publik

Situasi tersebut menurutnya menunjukkan masih banyak persoalan yang perlu dievaluasi dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

"Banyak orang tua mengeluh karena anak mereka tidak dapat sekolah. Ada yang sudah terlempar dari enam sekolah, sembilan sekolah, bahkan ada yang sama sekali tidak mendapatkan kuota sekolah negeri," katanya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: