Pengamat:10 Persen Konsumen Pertamax Diperkirakan Pindah ke Pertalite
Konsumen Pertamax diperkirakan pindah ke Pertalite.-Antara-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi diperkirakan membuat 10 persen konsumen Pertamax (RON 92) pindah ke Pertalite.
Hal itu diungkapkan pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Yayan Satyakti sebagaimana dikutip Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.
“Belajar dari pengalaman April 2022, ketika Pertamax naik 39 persen, sekitar 1 dari 8 orang pembeli pindah ke Pertalite, kami perkirakan penjualan Pertamax turun sekitar 10 persen,” ujar Yayan.
Ketika harga Pertamax naik, kata Yayan, orang-orang tidak mengurangi intensitas bepergian, tetapi berpindah ke BBM Pertalite yang lebih murah.
BACA JUGA: Update Harga BBM di Kaltim, 10 Juni 2026, Pertamax Melonjak Rp4.050/Liter
BACA JUGA: Pertalite dan Solar Subsidi Cepat Habis, Pertamina Minta Pemerintah Turun Tangan
Diketahui, harga BBM jenis Pertamax (RON 92) yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, harga Pertalite stabil di level Rp10.000 per liter.
Saat ini, lanjut dia, selisih harga antara keduanya sebesar Rp6.250 per liter, terlebar dalam sejarah.
“Tetapi kuota Pertalite masih cukup untuk menampung perpindahan ini. Hanya sekitar sepertiga dari sisa kuota yang akan terpakai,” ungkap Yayan.
Yayan memberikan analisanya, bagaimana kenaikan Pertamax memengaruhi masyarakat. Pemilik mobil yang mengisi 100 liter Pertamax dalam satu bulan harus menambah sekitar Rp395 ribu per bulan.
BACA JUGA: Gara-Gara Pertamax Naik, Pengendara Balikpapan Mengaku Boncos, Pilih Beli Pertalite Eceran
BACA JUGA: Pemerintah Awasi Ketat Pembelian Pertalite, Waspadai Migrasi Pengguna Pertamax
Sedangkan pengendara motor yang memakai 30 liter sebulan menambah sekitar Rp119 ribu.
Terkait dengan migrasi konsumen dari Pertamax ke Pertalite, PT Pertamina Patra Niaga memastikan Pertalite tidak mengalami kelangkaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
