Laba 3 Perusda Samarinda Tembus Rp66 Miliar, Setor PAD Menunggu Hasil Audit Kantor Akuntan Publik
Kantor PDAM Samarinda.-Ari Rachiem/Nomorsatukaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kota Samarinda mencatat 3 badan usaha milik daerah (BUMD) berhasil membukukan laba sepanjang tahun buku 2025 dengan total mencapai sekitar Rp66,5 miliar.
Namun penyetoran kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih menunggu pembahasan lanjutan setelah seluruh proses audit keuangan selesai dilakukan.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna menjelaskan, laporan keuangan yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik (KAP) menunjukkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi penyumbang laba terbesar.
Lalu, disusul Varia Niaga dan Bank Samarinda atau BPR Samarinda yang mulai mencatat keuntungan setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan internal.
BACA JUGA: Teras Samarinda Baru Setor Rp500 Juta, DPRD Minta Varia Niaga Berbenah
“Kalau dari laporan keuangan yang sudah diaudit KAP, laba PDAM itu sekitar Rp53,678 miliar, kemudian Varia Niaga Rp10,123 miliar, dan PT BPR atau Bank Samarinda memperoleh laba sekitar Rp2,742 miliar,” ungkap Nadya saat ditemui pada Rabu, 3 Juni 2026.
Dia menjelaskan, hasil audit keuangan tersebut belum otomatis menentukan besaran dana yang akan disetorkan ke PAD karena pemerintah kota masih harus membahas kondisi masing-masing perusahaan, terutama terkait kesehatan usaha dan kewajiban utang yang masih berjalan.
Nadya mengungkapkan, sampai saat ini belum ada penyetoran laba ke PAD karena tahapan audit baru selesai dilakukan oleh kantor akuntan publik.
Menurut Nadya, keputusan mengenai pembagian laba akan mempertimbangkan kemampuan masing-masing perusahaan daerah.
BACA JUGA: Dirut Varia Niaga: Teluk Lerong Space Tekan Parkir Liar, Gerakkan UMKM
Hal itu dikarenakan beberapa BUMD masih harus menyelesaikan beban utang masa lalu agar kondisi keuangan tetap sehat dan tidak kembali mengalami tekanan.
Ia menyebut, secara umum kinerja 3 perusahaan daerah sepanjang 2025 menunjukkan tren membaik, terutama Bank Samarinda yang untuk pertama kalinya dalam waktu panjang mampu membukukan keuntungan dan memperlihatkan kondisi keuangan yang semakin sehat.
“Kalau BPR ini dalam hampir 2 dekade terus mengalami kerugian dan baru bisa mencetak laba dan sekarang laporan keuangannya sehat, rasio-rasionya juga sudah bagus,” tuturnya.
Nadya menyampaikan Wali Kota Samarinda memberikan perhatian besar terhadap pembenahan BUMD dengan mendorong efisiensi operasional serta menjaga keseimbangan antara penyetoran PAD dan keberlangsungan usaha perusahaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
