Peringati Harkitnas, Kutim Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Era Digital
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman membacakan pidato dalam peringatan Harkitnas ke-118 2026.-(Disway Kaltim/ Sakiya Yusri)-
KUTIM, NOMORSATUKALTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menegaskan pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.
Peringatan Harkitnas sendiri dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM).
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan semangat Kebangkitan Nasional harus terus dihidupkan melalui peningkatan pendidikan, literasi digital, serta penguatan karakter generasi muda.
Menurutnya, tantangan bangsa saat ini telah berubah seiring perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat. Karena itu, generasi muda dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan dan budaya lokal.
BACA JUGA: Wagub Seno Aji Pimpin Upacara Harkitnas ke-117, Momen Refleksi Semangat Persatuan
“Kalau dulu perjuangan bangsa fokus melawan penjajahan secara fisik, sekarang tantangannya adalah bagaimana kita mampu menjaga generasi muda agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya saat memimpin Upacara Harkitnas, Rabu 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, semangat kebangkitan yang diwariskan para pendiri bangsa harus dimaknai sebagai dorongan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri.
Menurutnya, generasi muda Kutim harus mampu menjadi pelaku utama pembangunan di tengah transformasi digital.
“Anak-anak muda hari ini harus memiliki kemampuan, kreativitas, dan daya saing. Era digital membuka peluang besar, tetapi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan,” katanya.
BACA JUGA: Harkitnas Bukan Seremoni, Sunggono Ajak Bangkit Lawan Tantangan Zaman
Ardiansyah menilai perkembangan teknologi digital dapat menjadi peluang besar bagi kemajuan daerah apabila dimanfaatkan secara bijak. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol juga berpotensi membawa dampak negatif bagi generasi muda.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar dan masyarakat. Edukasi terkait penggunaan media sosial yang sehat dan produktif dinilai menjadi hal penting di tengah derasnya arus informasi.
“Kita ingin generasi muda Kutim menjadi generasi yang cerdas dalam memanfaatkan teknologi, bukan justru terpengaruh hal-hal negatif di ruang digital,” tegasnya.
Selain itu, Ardiansyah juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
