Proyek Multiyears Pengembangan Waduk Kanaan Bontang Resmi Dibatalkan
Paripurna penghentian proyek Waduk Kanaan di DPRD Bontang, Rabu (13/5/2026).-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Proyek tahun jamak (multiyears) pengembangan Waduk Kanaan Bontang, resmi dihentikan.
Penghentian proyek tersebut dilakukan melalui rapat Paripurna ke-4 masa persidangan ke-3 tahun anggaran 2026.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, keputusan pembatalan diambil setelah mempertimbangkan kondisi kapasitas fiskal daerah yang saat ini mengalami tekanan luar biasa. Bahkan, kondisi ini akan berlanjut tahun depan.
“Berdasarkan proyeksi APBD 2027 dan 2028, terjadi penyesuaian kapasitas fiskal daerah. Berdampak langsung pada keterbatasan ruang fiskal,” katanya usai rapat paripurna di Kantor DPRD Bontang, Rabu, 23 Mei 2026.
BACA JUGA: Dampak Defisit Anggaran, Bontang akan Batalkan Sejumlah Proyek Multiyears
Dalam kondisi ini, pemerintah daerah tidak dapat memaksakan pelaksanaan proyek multiyears tanpa kepastian kemampuan keuangan. Jika tetap dilanjutkan, maka dikhawatirkan akan menimbulkan masalah serius.
Misalnya saja, ketidakmampuan memenuhi kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, gangguan likuiditas kas daerah, serta beban fiskal di tahun-tahun berikutnya.
“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus mengambil kebijakan yang rasional dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Meski membatalkan proyek besar tersebut, Pemkot Bontang memastikan komitmen untuk menjaga keberlanjutan pembangunan daerah tetap berjalan secara sehat dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
BACA JUGA: Anggaran Terbatas, Revitalisasi Waduk Kanaan di Bontang Berhenti
Di tengah tekanan fiskal, Pemkot Bontang juga mencatat capaian positif. Pada Mei 2026, Bontang meraih penghargaan sebagai kota dengan penurunan pengangguran terbaik di tingkat regional Kalimantan dalam ajang apresiasi pemerintah daerah berprestasi yang digelar Kementerian Dalam Negeri.
Penghargaan tersebut disertai insentif fiskal sebesar Rp3 miliar. “Ini menjadi bukti bahwa di tengah tantangan fiskal, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” tambah Neni.
Selain proyek Waduk Kanaan, pemerintah juga mengisyaratkan adanya sejumlah kegiatan lain pada tahun anggaran 2026 yang turut dibatalkan. Namun rinciannya akan disampaikan dalam forum resmi berikutnya.
"Kami berharap keputusan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas keuangan daerah. Sekaligus memastikan pembangunan tetap berkelanjutan,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: