Driver Ojol Masih Ragu, Wacana Potongan Aplikator Dipangkas Jadi 8 Persen
Ilustrasi driver ojek online.-Shutterstock-
JAKARTA, NOMORSATUKALTIM- Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto mengenai aturan potongan aplikator driver ojek online (Ojol) menuai reaksi dari kalangan driver ojol.
Pasalnya, hal ini bukanlah kali pertama pihak pemerintah menjanjikan hal tersebut kepada para driver. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi nyata.
Dikutip dari Disway.id, salah satu driver Ojol Gojek, Irwan mengatakan, bahwa pernyataan serupa selalu ada tiap tahunnya.
"Kurang lebih udah 12-13 tahun. Jadi, opsi semacam itu, itu berulang-ulang dulu, ulang-ulang, tapi aktualisasinya nggak ada. Belum ada, sama sekali," ucap Irwan, Sabtu, 2 Mei 2026.
BACA JUGA: Pemerintah Resmi Batasi Sistem Outsourcing pada 6 Jenis Pekerjaan, Ada Sanksinya!
BACA JUGA: Imbas BBM Naik, Tarif Travel Mahulu-Samarinda Bakal Dinaikkan, Cek Harganya di Sini
Namun dalam menanggapi pernyataan Presiden Prabowo ini, Irwan menyatakan dukungannya. Menurutnya, kebijakan tersebut tentu membawa kelegaan tersendiri bagi para driver.
Hal itu dikarenakan hingga saat ini para driver masih kian menghadapi besarnya potongan aplikator.
"Yang sekarang tersebar (potongan aplikator) kan itu, 20 per 80. Tapi, kenyataannya beda, jadi kadang di atas 20 persen," ujar Irwanyang sudah menjalani profesi tersebut sejak 10 tahun lebih.
Ahmad, driver ojol lainnya mengatakan, besaran potongan aplikator yang masih mencekik masih menjadi pertimbangan para driver dalam mendaftar jaminan ketenagakerjaan yang ditawarkan oleh perusahaan.
BACA JUGA: Tarif Ojol di Balikpapan akan Diseragamkan, Aplikator Tunggu Proses Implementasi
"Sementara ini mandiri. Penawaran ada, cuman kami tuh jadi enggak simpati karena dipotong juga," jelas Ahmad.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: disway.id
