Bankaltimtara

Defisit Anggaran, Pemkot Bontang Pastikan Bantuan UKT Tetap Jalan

Defisit Anggaran, Pemkot Bontang Pastikan Bantuan UKT Tetap Jalan

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memastikan bantuan UKT tetap jalan meski defisit anggaran.-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap berjalan meskipun saat ini terjadi defisit anggaran. Rencananya, program ini akan diperkuat dengan kolaborasi bersama Pemprov Kaltim.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, pemerintah provinsi telah memiliki program bantuan yang mencakup pembiayaan mahasiswa dari semester 1 hingga semester 8. Hal tersebut dinilai sangat membantu beban keuangan daerah.

Meski demikian, Pemkot Bontang tetap mengalokasikan anggaran untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang tertinggal dari program bantuan tersebut.

“Kalau provinsi tidak memberikan, kita yang back up. Jadi tetap kita anggarkan sesuai kemampuan keuangan daerah,” kata Neni, Selasa, 28 April 2026.

BACA JUGA: Wali Kota Bontang: Birokrasi Jangan Berbelit, ASN Harus Cepat Bekerja

BACA JUGA: Kartu Bontang Pintar Dibatalkan karena Anggaran Terbatas

Bantuan dari pemkot difokuskan bagi mahasiswa yang belum terakomodasi dalam program provinsi. Salah satunya adalah mahasiswa Universitas Terbuka yang menjalani sistem perkuliahan daring dan belum masuk dalam skema bantuan provinsi.

Selain itu, Pemkot Bontang juga menetapkan sejumlah kriteria penerima bantuan. Termasuk batas usia maksimal 25 tahun.

Kebijakan ini bertujuan agar program tepat sasaran dan mampu meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di daerah.

“Juga mahasiswa yang ber-KTP Bontang di atas 2 tahun. Kita ingin anak-anak Bontang kuliah di daerah sendiri dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Jadi ada batasan usia supaya lebih efektif,” katanya.

BACA JUGA: 105 Guru Pensiun, Bontang Rekrut 127 Guru Baru dalam 2 Tahap

BACA JUGA: Pemkot Bontang Serahkan Surat Hibah Lahan ke Kemensos, Sekolah Rakyat segera Dibangun

Besaran bantuan yang diberikan, ungkapnya, sekitar Rp5,5 juta per semester. Bantuan tersebut dinilai cukup meringankan beban mahasiswa, meski tidak mencakup biaya tambahan seperti uang pembangunan.

“Setiap semester dibantu Rp5,5 juta, itu sudah sangat membantu. Dua semester bisa lebih dari Rp10 juta,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: