PUPR Berau Siapkan Jembatan Permanen Penghubung Tiga Kampung
Kondisi jalan utama yang menuju Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur di Kecamatan Sambaliung yang mengalami longsor.-Azwini/Disway Kaltim-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Pemkab Berau menyiapkan langkah jangka panjang antisipasi ancaman longsor. Seperti yang terjadi di jalur penghubung Kampung Inaran, Bena Baru, dan Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung.
Salah satunya melalui rencana pembangunan jembatan permanen sebagai solusi atas kerusakan jalan yang terjadi berulang.
Diketahui, jalur tersebut selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung utama di tiga kampung tersebut.
Namun, kondisi geografis yang rawan longsor membuat badan jalan kerap ambles dengan panjang sekitar 40 meter, dan membahayakan pengguna, terutama saat intensitas hujan tinggi.
BACA JUGA:Hadapi Ancaman Kemarau Ekstrem, Disdamkarmat Berau Lakukan Pengecekan Kelayakan Hidran
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto, mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan penghubung menjadi opsi strategis untuk mengatasi persoalan yang terus berulang tersebut.
Menurutnya, pendekatan ini dinilai lebih efektif dibanding perbaikan jalan yang sifatnya sementara.
“Kalau hanya penanganan biasa, setiap hujan deras berpotensi longsor lagi. Karena itu, kami siapkan rencana pembangunan jembatan sebagai solusi jangka panjang agar akses warga tidak lagi terganggu,” ujarnya, Rabu 22 April 2026.
BACA JUGA:Sejumlah Perusda di Berau Bebani APBD: Minus Dividen, Modal Jalan Terus
Meski telah masuk dalam perencanaan, Bambang menyebut realisasi proyek tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat usulan pembangunan jembatan belum tertampung dalam Anggaran Murni 2026.
Saat ini, kata dia, penanganan masih dilakukan secara darurat melalui pemasangan jembatan bailey yang memiliki panjang sekitar 15 segmen.
Atau setara dengan 45 meter bentangan guna memastikan akses tetap terbuka dan aktivitas masyarakat tidak lumpuh total.
“Usulan sebenarnya sudah berulang kali kami ajukan. Tapi karena kondisi anggaran yang terbatas dan banyaknya kebutuhan infrastruktur lain, kami harus menyesuaikan prioritas,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

