Kini Terdapat 4 SPPG di PPU yang Ditangguhkan Akibat IPAL Bermasalah
SPPG Polres PPU salah satu dari 4 dapur umum yang ditangguhkan untuk MBG.-Awal-Disway Kaltim
PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Tak hanya 2, kini terdapat 4 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang disuspend atau ditangguhkan sementara.
Hal ini diambil menyusul adanya kendala teknis terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di fasilitas tersebut.
Adapun 4 titik yang terdampak penghentian operasional ini meliputi SPPG Gunung Steleng, SPPG Polres, SPPG Waru, dan SPPG Tambong di bilangan Kecamatan Babulu.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU, Durajat, menyebut telah melakukan konfirmasi langsung ke pihak sekolah dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penangguhan ini.
BACA JUGA:Temuan 27,83 Kg Kokain di Sumenep Gegerkan Warga, Polisi Lakukan Uji Forensik dan Selidiki Jaringan
"Hasil konfirmasi dengan kepala sekolah, memang operasional dihentikan sementara sambil menunggu arahan dari BGN agar bisa beroperasi kembali," katanya, Jumat 17 April 2026.
Penghentian ini disinyalir kuat berkaitan dengan standarisasi lingkungan. Seluruh SPPG yang terdampak dilaporkan sedang menghadapi kendala serupa, yakni masalah pengelolaan limbah.
Meski menjadi lokasi penempatan program, pihak sekolah maupun Disdikpora menegaskan bahwa mereka hanya bertindak sebagai penerima manfaat.
Terkait pengoperasian dan teknis fasilitas, sepenuhnya merupakan ranah BGN dan instansi terkait.
BACA JUGA:Siapkan Perbup Kredit Kukar Idaman untuk UMKM, Sekda Ungkap Ada Keringanan Pelunasan
"Rata-rata masalahnya terkait IPAL. Kami sebagai penerima tidak terlibat langsung dalam pengoperasiannya," tambahnya.
Perihal keberlanjutan anggaran MBG selama masa penangguhan, pihak daerah menyatakan bahwa kewenangan penuh berada di tangan BGN.
Saat ini, belum ada kepastian hingga kapan proses suspend ini akan berlangsung.
Pihak Disdikpora PPU pun telah melakukan koordinasi dengan beberapa sekolah sampel di wilayah terdampak untuk memastikan informasi ini tersampaikan dengan baik, di antaranya, SDN 38, SMPN 21, dan SMA 8 wilayah Kecamatan Penajam, serta SD 03 dan SMP 3 Babulu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

