Perjalanan Sepak Bola Kaltim; Saat Persiba Masih Gahar
Tim Beruang Madu, Persiba Balikpapan kembali menelan pil pahit kekalahan saat bertandang ke markas Kendal Tornado FC, pada Minggu (12/4/2026).-(Ist./ MO Persiba)-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Derby panas di kancah sepak bola nasional pernah terjadi di Kaltim. Tensi panasnya serupa dengan liga-liga di Eropa.
Pertandingan antara Persiba Balikpapan dengan Persisam (saat ini Borneo FC) salah satu di antara derby panas Borneo saat itu. Selama kurun waktu 2009 hingga 2013.
Kedua tim kala itu sama-sama berlaga di Indonesia Super League (ISL). Saat itu tim kebanggaan masyarakat Kota Balikpapan masih memainkan permainan pertandingan di Stadion Parikesit, sebelum dibongkar dan dilakukan pelebaran Kilang Pertamina pada 2017 lalu.
Di kancah liga teratas Indonesia, derby rival Kaltim itu terus berlangsung hingga musim 2016/2017. Namun, tak lagi "panas" gesekan antar suporter. Kedua pendukung sepakat mengakhiri gesekan, saat itu Borneo FC, klub pengganti Persisam Putra Samarinda (kini Bali United), di bawah komando Nabil Husein dan Syahril HM Taher masih Ketua Umum Persiba.
Kini derby kaltim tak lagi tersaji sejak musim 2017, Persiba turun kasta dan Borneo FC kini masih tetap eksis di Liga 1.
Namun, euforia derby tim rival tak dapat hilang begitu saja dalam memori pencinta sepakbola saat itu, derby biru dan oranye di Kaltim menjadi kenangan tersendiri.
Klub Persiba Balikpapan, Agustus nanti berusia 76 tahun. Tim sepak bola dari sisi barat daya Kaltim. Kesebelasan berjuluk Beruang Madu ini pernah ukir prestasi di kasta tertinggi kompetisi Liga Indonesia. Rintangan, ujian, keterpurukan juga turut mewarnai perjalanan.
Persiba berdiri 3 Agustus 1950. Saat itu namanya masih PS Belalang, cikal bakal hadirnya tim kesayangan publik Kota Balikpapan.
PS Belalang lahir di Lapangan FONI, bilangan Kecamatan Balikpapan Barat. Dihimpun sumber terpercaya, klub awalnya dibentuk untuk lawan tanding bagi warga Belanda yang masih berada di Kota Minyak. Kala itu didominasi pemain muda, sekira 20 tahunan.
PS Belalang berganti nama menjadi Persiba Balikpapan sekira era 60-an. Menariknya, nama baru itu saran dari tim Persisam Samarinda, usai tim asal Kota Tepian itu dikalahkan dalam pertandingan persahabatan.
Persiba baru menunjukkan eksistensinya di kancah sepak bola nasional, sejak digulirkannya perserikatan musim 1984/1985. Prestasi tim yang pernah dijuluki 'Selicin Minyak' ini pasang-surut. Di musim 1994/1995 menjadi awal Persiba Balikpapan mentas divisi utama, saat itu masih Liga Dunhill. Musim perdana Liga Indonesia setelah penggabungan kompetisi Perserikatan dan Galatama.
Setelah 4 musim di kasta tertinggi divisi utama, Persiba harus merasakan pil pahit, terdegradasi level kedua liga di musim 1998/1999. Lima musim bergelut di kasta kedua, Barulah musim 2004, Beruang Madu yang bermarkas di Stadion Parikesit kembali ke kasta tertinggi, setelah akhir musim menempati peringkat 4 wilayah timur.
Di musim 2006 Liga Djarum Indonesia - Divisi Utama, nama Persiba semakin harum. Kompetisi itu Persiba Balikpapan lolos 8 besar. Pertandingan pertama Beruang Madu di Grup A melawan Persik Kediri berkeseduhan tanpa gol.
Masih teringat jelas bagaimana pencinta Persiba saat itu sangat antusias menyaksikan pertandingan Persiba vs Persik dari layar kaca. Pengekolan ojek di bilangan Gunung Polisi dengan televisi 14 inch mereka menonton bareng dengan masyarakat, ataupun pengendara yang setop hanya untuk menonton Persiba. Sebab, dulu tak seperti sekarang, tak semua pertandingan disiarkan televisi nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

