Disbudpar Akui Kaniungan Belum Tertata, Siapkan Masterplan Pengembangan
Pulau Kaniungan di Kabupaten Berau terus mengalami peningkatan kunjungan dalam beberapa tahun terakhir.-(Dok. Nomorsatukaltim)-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Minat wisatawan terhadap destinasi bahari di Kabupaten Berau terus meningkat, namun kondisi fasilitas di sejumlah lokasi unggulan belum sepenuhnya mampu mengimbangi lonjakan kunjungan.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Pulau Kaniungan, yang selama ini dikenal dengan sebutan “private island”.
Label tersebut dinilai belum sejalan dengan kondisi di lapangan. Keterbatasan sarana pendukung dan belum optimalnya tata kelola membuat pengalaman wisata di pulau ini belum maksimal.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau pun tidak menampik kondisi tersebut. Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengungkapkan bahwa hingga kini pengembangan Pulau Kaniungan memang belum menjadi fokus utama pemerintah daerah.
BACA JUGA: Berau Miliki Spot Selam Kaniungan yang Indah, Namun Terkendala Minim Penyelam Bersertifikasi
BACA JUGA: Pulau Kaniungan Dipersiapkan Jadi Destinasi Wisata Premium
“Untuk Kaniungan, memang belum ada pengembangan pokdarwis dan lainnya. Karena pulau ini mendapatkan perlakuan khusus,” ujarnya, Selasa 7 April 2026.
Ia menjelaskan, karakteristik penduduk di Pulau Kaniungan menjadi salah satu pertimbangan penting. Mayoritas masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut merupakan pendatang, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih terencana dalam proses pengembangannya.
“Sebagian besar penduduknya bukan warga asli setempat, banyak yang datang dari luar. Itu sebabnya kami mengusulkan penyusunan masterplan agar program yang dijalankan ke depan benar-benar terarah,” jelasnya.
Menurut Samsiah, keberadaan masterplan menjadi langkah krusial untuk memastikan pengembangan berjalan terstruktur sekaligus mengantisipasi dampak lingkungan yang tidak diinginkan.
BACA JUGA: Starlink Hadir di Pulau Kaniungan, Dorong Wisata Bahari Bidukbiduk Mendunia
“Jangan sampai seperti di pulau lain, yang bahkan kehilangan daratan karena tidak ada upaya pencegahan sejak awal,” tegasnya.
Ia juga mengakui, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat pengembangan Pulau Kaniungan belum dilakukan secara maksimal. Pemerintah daerah, kata dia, harus membagi prioritas ke berbagai destinasi wisata lainnya di Berau.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
