Bankaltimtara

Polres Kubar Ungkap Dugaan Pengetap Pertalite, Empat Orang jadi Tersangka

Polres Kubar Ungkap Dugaan Pengetap Pertalite, Empat Orang jadi Tersangka

Polisi mengamankan 38 jerigen BBM dari lokasi penampungan ilegal di Kutai Barat.-Eventius/Disway Kaltim -

KUBAR, NOMORSATUKALTIM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kubar mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan BBM jenis Pertalite di wilayah Kampung Raja Basuki. 

Praktik ilegal tersebut diduga melibatkan penimbunan dan distribusi ulang BBM ke sejumlah kios dan toko dengan harga di atas ketentuan. 

Kasat Reskrim Polres Kutai Barat, AKP Khairul Umam, menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan untuk menelusuri alur distribusi BBM yang telah diperjualbelikan. 

“Untuk peruntukannya, BBM jenis Pertalite itu dijual kembali kepada toko-toko ataupun kios. Sementara untuk pembeliannya masih kita selidiki, termasuk barang bukti ini sudah terjual di mana saja,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Kutai Barat, Selasa 7 April 2026. 

BACA JUGA:Sat Resnarkoba Polres Bontang Tangkap Pengedar, 3 Bungkus Sabu Diamankan

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, masing-masing berinisial M, F, T, dan I. 

Keempatnya diduga memiliki peran dalam proses pengumpulan hingga distribusi BBM bersubsidi tersebut. 

AKP Khairul Umam menjelaskan, modus operandi yang digunakan para pelaku tergolong terorganisasi. 

Mereka memanfaatkan kendaraan jenis pikap yang telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM dalam jumlah besar, dari lokasi pengisian ke tempat penampungan. 

“Modus operandinya yaitu menggunakan kendaraan pick up yang sudah dimodifikasi, kemudian menggunakan selang untuk memasukkan BBM ke dalam jaringan penampungan,” jelasnya. 

Selain itu, para pelaku membeli BBM secara berulang-ulang agar tidak menimbulkan kecurigaan. 

BACA JUGA:Kejagung Geledah 2 Lokasi di Kalimantan Terkait Kasus Samin Tan

Di salah satu lokasi, bahkan tidak diterapkan sistem barcode sebagaimana yang berlaku di sebagian besar SPBU lainnya. 

“Cara pembeliannya dilakukan berkali-kali. Namun memang di tempat tersebut tidak menggunakan barcode, berbeda dengan SPBU lainnya,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: