Bankaltimtara

Menjadi Target Serangan Iran, Liga Arab akan Gelar Rapat Darurat

Menjadi Target Serangan Iran, Liga Arab akan Gelar Rapat Darurat

Ilustrasi negara-negara Liga Arab menggekar rapat.-AP Photo-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM – Menyikapi serangan Iran yang menargetkan wilayahnya, para menteri luar negeri negara anggota Liga Arab akan menggelar rapat darurat pada Minggu, 8 Maret 2026.

Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab, Hossam Zaki mengatakan, pertemuan yang akan dilaksanakan melalui konferensi video tersebut diminta oleh Kuwait, Arab Saudi, Qatar, Oman, Yordania, dan Mesir.

Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan sistem pertahanan udaranya sedang merespons ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran.

Pihak kementerian menyatakan, suara ledakan yang terdengar di berbagai wilayah negara itu merupakan hasil pencegatan rudal balistik dan drone.

BACA JUGA: Ketegangan Timur Tengah Tak Mereda, Pemerintah Mulai Evakuasi WNI dari Iran

Kementerian Pertahanan Saudi Arabia melaporkan 2 drone tambahan berhasil dicegat. Satu drone dihancurkan di wilayah timur ibu kota Riyadh, sementara satu lainnya ditembak jatuh di kawasan gurun Empty Quarter saat menuju ladang minyak Shaybah.

Sedangkan di Qatar, Kementerian Pertahanan, pihaknya berhasil menggagalkan serangan rudal yang menargetkan wilayah negara tersebut. Namun, pihak Qatar tidak memerinci jumlah rudal yang diluncurkan maupun target yang disasar.

Iran Janji Tak Serang Tetangga dengan Syarat

Presiden Iran Masoud Pezeshkian berjanji tak akan menargetkan negara-negara tetangga, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah negara tersebut.

Hal merupakan keputusan dewan kepemimpinan sementara Iran terkait kebijakan baru operasi militer di kawasan.

BACA JUGA: Kapal Perangnya Dihancurkan di Sri Lanka, Iran Peringatkan AS

“Iran telah memutuskan bahwa negara-negara tetangga tidak akan lagi menjadi sasaran serangan, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari wilayah mereka,” kata Pezeshkian, dilansir dari Al-Jazeera, Sabtu, 7 Maret 2026.

Ia menegaskan, bahwa negaranya tetap berkomitmen menjaga perdamaian di kawasan, meskipun akan tetap mempertahankan kedaulatan dan martabat nasional.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut melalui unggahan di platform media sosial X, sebagai tanggapan atas upaya mediasi yang dilakukan sejumlah negara di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait