DLH Sebut Masih Normal, Volume Sampah Kota Balikpapan 550 Ton per Hari selama Ramadan
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman menyebut volume sampah Kota Minyak masih belum naik signifikan pada hari kedelapan Ramadan 2026.-(Disway Kaltim/ Salsa)-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Memasuki hari ke-8 Ramadan 1447 Hijriah, volume sampah di Kota Balikpapan masih berada di angka rata-rata 550 ton per hari. Angka itu belum menunjukkan lonjakan signifikan.
Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah menyiapkan skema antisipasi jika produksi sampah melonjak hingga 800 ton saat malam Idulfitri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, memastikan kondisi saat ini masih dalam batas normal.
"Selama Ramadan ini relatif normal, masih sekitar 550 ton per hari. Belum ada kenaikan signifikan," ujarnya saat diwawancara belum lama ini.
BACA JUGA: HUT ke-129 Kota Balikpapan Diisi Pengelolaan Sampah dan Aktivitas Ruang Publik di Bendali Telagasari
BACA JUGA: Sampah Rumah Tangga Mendominasi DLHK Minta Warga Lakukan Pemilahan
Dari total 550 ton tersebut, sekitar 120 ton berhasil ditekan melalui pengolahan di TPST, ITF, MRF, serta kontribusi pengurangan dari rumah tangga dan sekolah.
Artinya, sampah yang benar-benar masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berada di kisaran 380 hingga 400 ton per hari.
"Instruksi Pak Menteri Lingkungan sudah kami tindak lanjuti melalui edaran wali kota. Penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Pemilahan dan pengurangan di sumber sangat penting untuk menekan beban TPA," kata Sudirman.
Pasar Ramadan yang tersebar di sejumlah titik kota juga belum memberi dampak signifikan terhadap kenaikan volume sampah.
BACA JUGA: Wali Kota Balikpapan Sidak Pasar Klandasan, Temukan Sampah Menumpuk
BACA JUGA: Operasional Kapal Pengangkut Sampah Terkendala Minimnya SDM, DLHK Berau Butuh Minimal 8 Orang
Pengelola pasar disebut telah menyiapkan titik pengumpulan sementara sebelum sampah diangkut ke TPS dan selanjutnya ke TPA.
"Pasar Ramadan tetap kami pantau. Pengurus pasar sudah menyiapkan titik pengumpulan sampah. Sejauh ini masih terkendali," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
