Proyek RS Sayang Ibu Balikpapan Barat Tersendat, Usulan Pansus Masih "Nyangkut" di Sekretariat DPRD
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri-Salsa/ Nomorsatukaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Mandeknya pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat memicu dorongan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) sebagai langkah pengawasan legislatif.
Sejumlah fraksi disebut telah mengusulkan pembentukan Pansus untuk mengawal proyek rumah sakit yang hingga kini belum menunjukkan progres signifikan.
Namun, proses tersebut belum berjalan lantaran dokumen resmi usulan fraksi pengusul belum diterima pimpinan DPRD secara administratif.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri menyampaikan informasi mengenai usulan Pansus memang telah beredar di internal dewan dan disebut sudah berada di sekretariat DPRD.
BACA JUGA: Minim Progres, Dewan Ingatkan Risiko Lelang Ulang RS Sayang Ibu Balikpapan Barat
BACA JUGA: Mandek Sejak 2024, DPRD Balikpapan Berencana Pansuskan Proyek RSU Sayang Ibu
Meski demikian, hingga kini dokumen tersebut belum sampai ke meja pimpinan. "Informasinya memang ada di sekretariat, tapi sampai sekarang belum sampai ke saya. Secara formal belum bisa ditindaklanjuti," ujar Alwi, Jumat, 13 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pembentukan Pansus harus melalui tahapan administrasi yang lengkap serta koordinasi internal pimpinan DPRD.
Setelah dokumen resmi diterima, unsur pimpinan dewan akan melakukan rapat untuk menelaah urgensi serta menentukan langkah pengawasan lanjutan terhadap proyek rumah sakit tersebut.
Di tengah belum bergeraknya proses Pansus, Alwi juga menyinggung perkembangan realisasi anggaran pembangunan RS Sayang Ibu Balikpapan Barat.
BACA JUGA: Pemkot Pastikan Proyek RS Balikpapan Barat Tetap Jalan dan Anggaran Tidak Hilang
BACA JUGA: Proyek RSU Sayang Ibu Dihentikan, Kontraktor di Blacklist dan Kejar Pertanggungjawaban Anggaran
Ia menyebut terdapat pengembalian sebagian dana yang sebelumnya telah dicairkan kepada pelaksana proyek. Realisasi anggaran yang sempat berada di kisaran 20 persen kini tercatat turun menjadi sekitar 17 persen.
"Memang ada dana yang dikembalikan. Sekarang realisasinya sekitar 17 persen dari sebelumnya 20 persen. Soal ini juga akan kami koordinasikan dengan Sekda," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

