Erosi Kian Parah, DPRD Berau Minta Pemkab Relokasi Kampung Long Lanuk
Kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung, Berau. -Ist/YouTube @longlanukofficial1875-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Ancaman erosi yang terus menggerus wilayah Kampung Long Lanuk dan Dusun Nyapa Indah di Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), kian mengkhawatirkan.
Kondisi tersebut mendorong DPRD Berau meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau segera mengambil langkah darurat, termasuk menyiapkan skema relokasi bagi warga sebagai solusi jangka panjang.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris mengungkapkan, bahwa erosi yang terjadi di kampung tersebut sudah berada pada tingkat yang mengancam keselamatan warga dan keberlangsungan permukiman.
“Kondisinya sekarang sangat memprihatinkan, dengan erosi yang sangat tinggi. Kami harapkan ada langkah cepat, mungkin penetapan status bencana untuk kampung ini,” kata Gideon belum lama ini.
BACA JUGA: Sampah Rumah Tangga Mendominasi DLHK Minta Warga Lakukan Pemilahan
BACA JUGA: Potensi Air Melimpah, Bupati Berau Ingin Kampung Tepian Buah Produksi Air Mineral
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pertemuan Komisi II DPRD Berau dengan aparat kampung pada September 2025 lalu, kondisi kampung dilaporkan semakin memburuk.
Bahkan, dalam sebulan terakhir, erosi disebut telah menggerus sebagian besar jalan raya.
“Sebulan terakhir kepala dusun menyampaikan kondisi terbaru kampung mereka. Jalan raya sudah banyak tergerus erosi, termasuk mendekati rumah-rumah warga,” ujar Gideon.
Dirinya juga memperkirakan jika tidak ada langkah khusus, wilayah itu dapat lenyap dalam beberapa tahun. “Saya optimistis 2 sampai 3 tahun lagi jalan itu benar-benar habis,” kata dia.
BACA JUGA: Tarif Air Berau Terancam Naik, Perumdam Batiwakkal Hadapi Risiko Diambil Alih Provinsi
BACA JUGA: Fender Terpasang, Jembatan Sambaliung Aman dari Risiko Benturan Kapal
Selain erosi, Long Lanuk juga berada dalam kondisi terisolasi dengan keterbatasan infrastruktur. Gideon menilai, pembangunan infrastruktur seperti jalan atau turap tidak akan menjadi solusi jangka panjang karena berisiko kembali rusak akibat erosi.
“Kalau dibangun turap atau infrastruktur lainnya, bisa jadi tidak efisien karena tetap akan termakan erosi. Ini yang disampaikan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

