Tahap Awal Penerapan Parkir Berlangganan, Dishub Samarinda Sasar ASN Dulu
Dishub Samarinda saat sosialisasi parkir Berlangganan di Kota Samarinda.-Rahmat/Disway Kaltim-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda tengah mematangkan program parkir berlangganan.
Program ini merupakan salah satu upaya Pemkot Samarinda dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan kemudahan layanan parkir bagi warga.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menjelaskan bahwa hingga saat ini program parkir berlangganan masih difokuskan pada aparatur sipil negara (ASN), sebagai tahap awal penerapan.
“Parkir berlangganan ini sebenarnya diperuntukkan untuk seluruh masyarakat Kota Samarinda. Namun pada tahap awal memang diinstruksikan untuk ASN terlebih dahulu, dan saat ini masih dalam proses pendaftaran,” ujar Boy saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Minggu 1 Januari 2026.
BACA JUGA:Cegah Kemacetan, Dishub Samarinda Batasi Jam Antrean Kendaraan Isi Solar di SPBU Usai Lebaran
Boy menambahkan, pendaftaran masih terus dibuka bagi ASN yang belum mendaftar atau baru mengetahui program tersebut.
Peluncuran resmi parkir berlangganan akan dilakukan setelah Wali Kota Samarinda mempresentasikan program ini kepada DPRD.
BACA JUGA:PMII Samarinda Dorong Penataan Polder Air Hitam Jadi Kawasan Wisata dan Sentra UMKM.
“Setelah di-launching, sosialisasi akan dilakukan lebih masif dan program ini akan mulai ditawarkan secara luas kepada masyarakat umum,” kata dia.
Melalui skema parkir berlangganan, pengguna yang telah membayar iuran di awal akan mendapatkan akses parkir gratis di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan selama masa berlaku kartu.
Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi membayar parkir setiap kali menggunakan fasilitas parkir di tepi jalan yang masuk dalam program tersebut.
Terkait penerapan di lingkungan ASN, Boy mengakui masih terdapat sejumlah catatan evaluasi selama masa uji coba.
Beberapa kendala yang ditemui di lapangan antara lain kurangnya informasi mengenai lokasi parkir berlangganan, serta masih adanya juru parkir liar yang menarik pungutan.
“Masukan-masukan itu kami tampung dan jadikan bahan koreksi. Setiap program pasti ada trial and error, dan ini bagian dari proses penyempurnaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

