Pasien Mengantre Sejak Pagi Buta, Ini Klarifikasi Direktur RSUD HIS Sendawar
RSUD HIS Sendawar, Kutai Barat.-Eventius/Nomorsatukaltim-
KUBAR, NOMORSATUKALTIM– Manajemen Rumah Sakit Harapan Insan Sendawar (RS HIS) memberikan klarifikasi terkait polemik antrean pasien yang sempat terjadi dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Direktur RS HIS, Nyoman Sumahardika menegaskan, bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan perubahan jam pelayanan, melainkan akibat miskomunikasi internal yang dipicu oleh gangguan pada sistem antrean elektronik.
Nyoman menjelaskan, bahwa secara aturan, jam pendaftaran dan pelayanan pasien di RS HIS telah ditetapkan secara jelas dan tertulis, yakni dimulai pukul 07.30 Wita.
Ketentuan tersebut tidak pernah berubah. Namun, pada hari kejadian, sistem alat antrean mengalami gangguan teknis sehingga nomor antrean tidak dapat dikeluarkan secara otomatis.
BACA JUGA: RSUD HIS Kubar Mulai Terapkan KRIS BPJS, Satu Ruangan Maksimal 4 Tempat Tidur
“Alat antrean nomor itu macet. Kalau alat macet, otomatis petugas harus menggunakan sistem manual. Itu yang terjadi kemarin,” ujar Nyoman Sumahardika, Rabu, 28 Januari 2026.
Menurutnya, ketika sistem manual diberlakukan, muncul inisiatif dari petugas di lapangan untuk datang lebih awal guna menyiapkan nomor antrean agar pelayanan tetap berjalan tertib saat jam operasional dimulai.
Petugas disebut mulai bersiap sejak sekitar pukul 05.00 Wita, meskipun pelayanan resmi tetap dibuka sesuai jadwal.
“Inisiatif itu semata-mata untuk menyiapkan nomor antrean. Bukan berarti pelayanan dibuka lebih pagi. Jam buka tetap sesuai aturan,” tegasnya.
BACA JUGA: RSUD HIS Kutai Barat Tambah Dokter Spesialis Bedah Saraf, Pasien Tak Perlu Dirujuk Keluar Daerah
Namun, lanjut Nyoman, informasi mengenai persiapan tersebut tidak tersampaikan dengan baik, sehingga memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Akibatnya, muncul anggapan bahwa pendaftaran dibuka lebih awal, yang mendorong sebagian warga datang sejak dini hari, bahkan sekitar pukul 04.00 Wita.
“Di situlah terjadi miskomunikasi. Saya sendiri sempat marah karena mempertanyakan siapa yang mengumumkan, siapa yang menyuruh masyarakat datang jam 4 pagi. Padahal aturannya jelas,” ungkapnya.
Nyoman menegaskan bahwa pihak rumah sakit sama sekali tidak pernah menginstruksikan masyarakat untuk datang lebih awal dari jam operasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

