Bankaltimtara

BBM di Mahulu Langka, Diduga Distribusi Terhambat Kondisi Air Sungai Mahakam Surut

BBM di Mahulu Langka, Diduga Distribusi Terhambat Kondisi Air Sungai Mahakam Surut

SPBU di Ujoh Bilang, Mahulu tampak tutup karena kekosongan BBM.-Iswanto/ Nomorsatukaltim-

MAHULU, NOMORSATUKALTIM- Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite di Kabupaten Mahulu semakin langka  sejak sepekan terakhir hingga saat ini.

Tak hanya pertalite, jenis BBM lain seperti solar dan dexlite tampaknya juga semakin langka, baik di SPBU maupun di pedagang eceran yang tersebar di wilayah Ujoh Bilang, Ibukota Mahulu.

Dampak dari kelangkaan ini pun menyebabkan harga BBM eceran yang masih tersedia di beberapa titik melambung tinggi, bahkan menyentuh harga Rp29 ribu per liter.

“Tadi saya beli bensin (pertalite) Rp29 ribu satu liter. Mahal banget, tapi mau bagaimana lagi sudah banyak yang kosong,” ungkap Desi salah satu warga Ujoh Bilang kepada NOMORSATUKALTIM, Senin, 26 Januari 2026.

BACA JUGA: Masuknya Investasi dari Luar Jadi Ancaman Pelestarian Hutan di Mahulu

BACA JUGA: Pemkab Mahulu Berencana Perpanjang Runway Bandara Ujoh Bilang hingga 1.300 Meter

Pantauan di lapangan menunjukkan, bahwa kelangkaan BBM semakin parah. Sebagian besar tempat pedagang BBM eceran di wilayah Ujoh Bilang banyak yang kosong.

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Ujoh Bilang yang terletak di kawasan Jalan Tikah. Bahkan hampir sudah seminggu lebih SPBU ini tutup terus karena tidak adanya pasokan BBM baru.

Kondisi Sungai Mahakam Surut

Langkanya BBM di Mahulu diduga akibat pasokan terhambat karena Sungai Mahakam di wilayah Mahakam Ulu sedang surut. Hal ini disebabkan karena musim kemarau yang cukup panjang di awal tahun.

Wakil Bupati Mahulu, Suhuk menegaskan, bahwa kelangkaan BBM yang terjadi di Mahulu saat ini dikarenakan surutnya sungai Mahakam yang menjadi akses transportasi ke Mahulu.

BACA JUGA: Maksimalkan Serapan Anggaran Tahun Ini, Pemkab Mahulu Percepat Lelang Mulai Awal Tahun

BACA JUGA: Bupati Mahulu Prihatin dengan Kondisi Puskesmas Laham yang Nyaris Ambruk, Baru Dibangun Tahun 2019

Akibatnya, proses distribusi BBM yang selama ini menggunakan kapal juga ikut terhambat. Selain itu, kata Suhuk, informasinya terjadi penyesuaian terkait angkutan umum di perairan Sungai Mahakam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: