Bankaltimtara

15 Kampung di Berau Terima DIKA, Kampung Sumber Agung Penerima Terbesar

15 Kampung di Berau Terima DIKA, Kampung Sumber Agung Penerima Terbesar

Pemkab Berau memberika DIKA kepada 15 kampung dalam peringatan HDN 2026, dengan total nilai mencapai Rp 1,4 miliar.-(Disway Kaltim/ Rizal)-

BERAU, NOMORSATUKALTIM - Tepat di Hari Desa Nasional (HDN) tahun 2026, sebanyak 15 kampung di Kabupaten Berau menerima Dana Insentif Kinerja (DIKA) dengan total nilai mencapai Rp1,4 miliar. 

Total dana DIKA sebesar Rp1,4 Miliar tersebut bersumber dari alokasi 1 persen dana afirmasi yang memang diperuntukkan bagi kampung berprestasi. 

Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih tercatat sebagai kampung penerima DIKA terbesar, yakni Rp250 juta. 

"Dana ini diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah terhadap kampung-kampung yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, Kamis (15/1/2026).

BACA JUGA: Peringati Hari Desa Nasional, Kukar Dorong Swasembada Pangan Desa

BACA JUGA: ADK Dirasionalisasi, Pemkab Berau Jamin Tiap Kampung Tetap Terima Minimal Rp1 Miliar

Menurutnya, peringatan Hari Desa Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan semua pihak bahwa desa merupakan garda terdepan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.

“Melalui Hari Desa Nasional ini, kita diingatkan bahwa desa adalah kursus pemerintahan yang paling depan dan paling dekat dengan masyarakat, dengan segala dinamika dan budayanya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, bahwa penilaian penerima DIKA dilakukan melalui sejumlah indikator yang ketat dan terukur. 

Indikator pertama yakni kinerja administrasi dan tata kelola keuangan kampung, di antaranya ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan serta peningkatan Pendapatan Asli Kampung (PAK). 

BACA JUGA: Pemkab Berau Prioritaskan Pengembangan Wisata Berbasis Kampung

BACA JUGA: Pemekaran Kampung Talisayan Berau Masuk Tahap Pembahasan di Kabupaten

"Kampung yang mampu menunjukkan pengelolaan keuangan yang tertib dan transparan mendapat nilai lebih dalam penilaian," jelasnya. 

Selanjutnya, indikator kedua berkaitan dengan kinerja realisasi dan akuntabilitas program, dengan bobot penilaian sekitar 20 persen. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: