Bankaltimtara

Disdikpora PPU Siapkan Rp30 Miliar untuk Benahi Sarpras Pendidikan di 2026

Disdikpora PPU Siapkan Rp30 Miliar untuk Benahi Sarpras Pendidikan di 2026

Kabid Sarpras Disdikpora Kabupaten PPU, Ricci Firmansyah.-(Foto/ Istimewa)-

PENAJAM PASER UTARA, NOMORSATUKALTIM - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan anggaran sekitar Rp30 miliar pada 2026 untuk perbaikan dan pembangunan sarana prasarana (sarpras) pendidikan. 

Anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) PPU dan difokuskan pada peningkatan ruang belajar serta infrastruktur penunjang lainnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdikpora PPU, Ricci Firmansyah, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah program pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di berbagai jenjang.

"Tahun ini rencananya satu TK akan dibangun," kata Ricci, Rabu 14 Januari 2026.

BACA JUGA: Akselerasi Digitalisasi Pendidikan, Bupati PPU Pastikan Pemanfaatan IFP di Sekolah Berjalan

BACA JUGA: BRI Perkuat Literasi Keuangan Anak Lewat Tabungan dan Program Pendidikan

Selain pembangunan satu taman kanak-kanak (TK), Disdikpora PPU juga merencanakan rehabilitasi dua TK-PAUD serta pembangunan sanggar kegiatan belajar (SKB). 

Ricci menyebutkan, saat ini Kabupaten PPU menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang belum memiliki SKB.

"Untuk SD ada 12 sekolah yang diusulkan pembangunan dan rehabilitasi, serta utilitas di sepuluh sekolah," jelasnya.

Pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), anggaran diarahkan untuk pembangunan ruang kelas serta penyediaan utilitas pendukung, seperti pagar dan halaman sekolah, di 5 sekolah.

BACA JUGA: Pemkab PPU Dukung Transformasi Pendidikan 2026, Begini Kata Bupati Mudyat...

BACA JUGA: PPU Jajaki Kerja Sama Pendidikan S2 dan S3 dengan Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Ricci berharap alokasi anggaran tersebut tidak mengalami perubahan, meski hingga kini Disdikpora PPU belum menerima Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

"Alokasikan anggaran sekira Rp30 miliar. Walaupun DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) belum kami terima," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: