Tangani 264 Insiden Sepanjang 2025, SDM BPBD Berau Jauh dari Kata Ideal
BPBD Berau bersama warga saat mengevakuasi kunci yang jatuh kedalam saluran drainase. -BPBD Berau-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Sepanjang 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau menangani banyak perisitiwa, namun tidak diimbangi dengan jumlah SDM.
BPBD Berau menangani total 264 peristiwa darurat selama 2025. Dari jumlah tersebut, 49 merupakan kebakaran di kawasan permukiman, sementara 187 lainnya berupa penanganan dan evakuasi satwa liar.
Rinciannya 89 laporan keberadaan tawon, 78 ular, 11 biawak, lima anjing liar, satu trenggiling, satu monyet, serta dua kasus kemunculan buaya di lingkungan masyarakat.
Selain itu, petugas juga menangani berbagai insiden non bencana. Seperti pohon tumbang, cincin tersangkut di jari, mobil terkunci, kunci motor jatuh ke parit, ponsel hanyut ke sungai, sampai evakuasi jenazah dan warga yang terjebak di dalam toilet akibat pintu rusak.
BACA JUGA:Pemkab Berau Terima Sejumlah Penghargaan Pada HUT Ke-69 Kaltim
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, menyebut ragam laporan yang masuk menunjukkan luasnya cakupan tugas BPBD, yang tidak lagi terbatas pada kebakaran dan bencana alam.
“Jenis kejadiannya sangat beragam, dan hampir semuanya membutuhkan respons cepat serta kemampuan teknis khusus,” ujar Nofian belum lama ini.
Namun dibalik tingginya beban kerja tersebut, kapasitas personel dinilai belum memadai.
BACA JUGA:Jaga Aset Daerah Melalui Revitalisasi Bangunan dan Kawasan Bersejarah
Dari total 83 personel damkar dan BPBD Berau, hanya sekitar 30 orang yang memiliki sertifikasi Pemadam 1.
“Padahal kalau merujuk dari rekomendasi Kementerian PAN-RB itu seharusnya kebutuhan idealnya itu sekitar 450-an personel untuk kebencanaan dan pemadam kebakaran, “ jelasnya.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya personel yang memiliki pelatihan lanjutan.
Nofian menjelaskan bahwa sertifikasi pemadam kebakaran sendiri terbagi dalam beberapa jenjang, mulai dari penanganan api dasar, kebakaran bangunan, hingga kemampuan pertolongan pertama.
Namun sebagian besar petugas di Berau belum pernah mengikuti pendidikan formal pada level tersebut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

