Tak Cukup Radio dan Telepon, KUPP Berau Nilai Speedboat Wisata Perlu AIS
Petugas Kesyahbandaran KUPP Berau, Sukriadi.-(Disway Kaltim/ Azwini)-
BERAU, NOMORSATUKALTIM - Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Berau menilai sistem pengawasan pelayaran yang masih mengandalkan komunikasi radio dan telepon seluler belum memadai untuk menjamin keselamatan transportasi laut, khususnya armada speedboat yang melayani jalur wisata.
Penilaian tersebut disampaikan KUPP Berau seiring dengan wacana Dinas Perhubungan (Dishub) Berau memasang alat pemantau berbasis Global Positioning System (GPS) pada setiap armada speedboat wisata.
Petugas Kesyahbandaran KUPP Berau, Sukriadi, menjelaskan bahwa istilah GPS yang digunakan dalam rencana Dishub pada prinsipnya mengarah pada fungsi pemantauan posisi kapal.
Dalam praktik pelayaran, fungsi tersebut lebih optimal dilakukan melalui Automatic Identification System (AIS).
BACA JUGA: Pengadaan GPS Speedboat di Berau Ditunda, Pengawasan Masih Andalkan Laporan Manual
BACA JUGA: UPTD Dermaga Sidayang Tanjung Batu Siagakan 30 Speedboat Selama Libur Nataru
“Sebenarnya itu bukan GPS, tapi namanya AIS. Mungkin dari Dishub mengartikan itu sebagai GPS. AIS ini justru lebih bagus karena bisa langsung terpantau di sistem kami,” kata Sukriadi kepada Nomorsatukaltim, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, pola pengawasan manual yang selama ini diterapkan pada armada speedboat memiliki keterbatasan, terutama saat terjadi kondisi darurat yang membutuhkan informasi posisi kapal secara cepat dan akurat.
“Kalau hanya mengandalkan radio dan by phone, itu sebenarnya tidak aman. Sistem seperti itu tidak menjangkau semuanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem pengawasan yang lebih ideal untuk diterapkan pada armada speedboat adalah AIS, yakni perangkat pemantau berbasis satelit yang memungkinkan pergerakan kapal terpantau secara real time dari pusat kendali.
BACA JUGA: Jelang Nataru, Dermaga Wisata Sanggam Siagakan 27 Armada Speedboat
Melalui AIS, pergerakan kapal dapat dipantau langsung melalui layar Marine Control Center (MCC) milik KUPP. Sistem tersebut memungkinkan petugas mengetahui posisi kapal, arah pergerakan, hingga aktivitas kapal di suatu wilayah perairan.
“Kalau AIS terpasang, pergerakan kapal ke mana pun bisa kami pantau dari MCC. Kapal ada di posisi mana dan sedang melakukan apa itu bisa terlihat,” kata Sukriadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

