Bankaltimtara

Jalan Utama Muara Ancalong Rusak Parah, Akses Ekonomi dan Mobilitas Warga Terhambat

Jalan Utama Muara Ancalong Rusak Parah, Akses Ekonomi dan Mobilitas Warga Terhambat

Kendaraan warga terjebak dalam kubangan lumpur di Jalan Muara Ancalong, Kutai Timur.-(Foto/ Istimewa)-

KUTAI TIMUR, NOMORSATUKALTIM - Kondisi jalan utama di Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, kembali menjadi keluhan warga. 

Jalan penghubung antar desa yang menjadi akses vital masyarakat dilaporkan mengalami kerusakan parah dan belum mendapatkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

Salah satu warga Muara Ancalong, Angga Gilang, mengungkapkan bahwa, sedikitnya terdapat tiga desa yang terdampak langsung akibat kerusakan jalan tersebut. Yakni Desa Senyiur, Desa Kalinjau Ulu, dan Desa Kelinjau Ilir.

Menurutnya, kerusakan jalan terjadi di beberapa titik. Total panjang jalan tersebut 34 kilometer (km). Namun yang rusak parah sepanjang KM 1-3, serta di KM 7, genangan air kerap muncul saat hujan.

BACA JUGA: PT MKB Dinilai Abai, Warga Jerang Melayu Terjebak Jalan Rusak

BACA JUGA: Ribuan Warga Muara Ponaq Kutai Barat Terisolasi Akibat Jalan Rusak

“Setiap musim hujan pasti rusak. Badan jalannya masih tanah merah, jadi kalau hujan langsung berlumpur dan susah dilalui,” ujar Angga saat diwawancara lewat telepon, Rabu 7 Januari 2025.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum terlihat adanya upaya serius dari pemerintah daerah. Hasil koordinasi antara pihak kecamatan, desa, dan perusahaan yang menggunakan akses jalan tersebut juga dinilai belum maksimal.

“Perusahaan sempat menurunkan alat berat, tapi cuma dikeruk saja, tidak ada pengerasan. Jadi setelah hujan, rusak lagi,” ungkap Angga.

Kerusakan jalan ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga, khususnya para karyawan perusahaan sawit yang bekerja di sekitar wilayah itu.

BACA JUGA: Tak Mampu Menanjak di Jalan Rusak Jadi Penyebab Kecelakaan di Mahulu

BACA JUGA: Rp61,9 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak di Kecamatan Segah, Dibagi Tiga Ruas

“Semua perusahaan lewat jalan itu. Masyarakat yang bekerja sebagai karyawan sawit hanya punya satu akses tersebut untuk berangkat kerja,” katanya.

Akibat kondisi jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan darat, sebagian warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang berisiko, seperti melewati parit besar di pinggir jalan dengan menggunakan perahu kecil atau tinting.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: