Bankaltimtara

Anggaran Terbatas, Penanganan Banjir Tetap jadi Prioritas

 Anggaran Terbatas, Penanganan Banjir Tetap jadi Prioritas

Wali Kota Bontang Neni Moerniani.-Michael/Disway Kaltim-

BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemprov Kaltim turun drastis. Alhasil, pembangunan di Kota Taman tahun ini harus disesuaikan dengan anggaran yang ada.

Bankeu dari pemprov Kaltim tahun ini hanya di kisaran Rp 88 miliar. Turun drastis dari bankeu yang diberikan tahun lalu sebesar Rp 226 miliar.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menilai penurunan tersebut sebagai konsekuensi logis dari kondisi fiskal daerah yang sedang menghadapi tekanan.

APBD Kaltim juga mengalami penurunan, seiring berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:Truk Tanpa Penutup Bak yang Masuk ke Bontang Ditilang

“Ini bukan hanya terjadi di Bontang. Seluruh kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur juga mengalami hal serupa. Semua karena dana transfer pusat ke daerah memang turun,” kata Neni, Minggu 4 Januari 2026.

Dengan kondisi tersebut, Neni minta masyarakat tidak langsung pesimistis. Peluang penambahan anggaran masih terbuka.

BACA JUGA:BNN Bontang Rampungkan Asesmen 4 Pegawai Positif Narkoba, Hasil Diserahkan ke Wali Kota

Yakni melalui APBD Perubahan nanti. Biasanya disusun setelah evaluasi kinerja dan kemampuan keuangan daerah berjalan.

“Masih ada APBD perubahan. Kita lihat nanti bagaimana perkembangan fiskalnya,” katanya.

Dalam kondisi saat ini, Pemkot Bontang akan lebih realistis. Anggaran yang ada akan difokuskan kepada kebutuhan daerah yang paling mendesak.

Misalnya penanganan banjir. Baginya itu merupakan prioritas utama yang tidak bisa dihilangkan.

BACA JUGA:Target PAD Kota Bontang Tak Tercapai, Ini Sektor yang Menjadi Penghambat

Menurutnya, banjir merupakan masalah klasik yang selalu menimpa Kota Taman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: