17 Titik Banjir Masih Menghantui, Pemkot Balikpapan Andalkan Bendali Ampal
Foto udara lokasi pembangunan Bendali Ampal Hulu di belakang Pasar Segar, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.-Antara Kaltim-
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Banjir masih menjadi ancaman serius di Kota Balikpapan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) mencatat, dari 81 titik rawan genangan yang terpetakan, sebanyak 17 titik belum tertangani dan diproyeksikan baru selesai hingga 2026.
Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas PU Balikpapan, Jen Supriyanto, menjelaskan dua Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi penyumbang terbesar banjir di kota ini.
Yaitu DAS Ampal atau Klandasan Besar dan DAS Klandasan Kecil.
Keduanya meliputi kawasan dari Pasar Segar hingga Hotel Zurich dan Balikpapan Super Block (BSB).
BACA JUGA:1.572 Kasus TB Terjadi di Balikpapan, Pemkot Targetkan 3.000 Pemeriksaan Populasi Rawan
BACA JUGA:Akademisi Kritik Penyesuaian Tarif PBB di Balikpapan: Tidak Jelas dan Membingungkan Publik
"DAS Ampal ini pengaruhnya paling besar. Penanganan dilakukan dengan beberapa opsi, di antaranya pembangunan rumah pompa, pelebaran saluran, dan pembangunan bendali," ungkap Jen, pada Rabu 27 Agustus 2025.
Ia menyebut bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah memfokuskan upaya ke Bendali Ampal Hulu.
Adapun, lahan seluas 9,4 hektare di belakang Pasar Segar sudah dibebaskan dengan anggaran Rp100 miliar, dan Rp47 miliar di antaranya telah terealisasi.
BACA JUGA:Pokja 30 Soroti Transparansi Anggaran dalam Polemik PBB Balikpapan
Meski demikian, keterbatasan APBD membuat pembangunan fisik bendali belum dapat dimulai.
Dinas PU berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) maupun dari pemerintah provinsi.
Sembari menunggu, ujar Jen, pengerukan lahan dilakukan melalui karya bakti TNI dengan anggaran Rp 6 miliar.
Diketahui, progres pengerjaan sudah mencapai 40 persen dari total 10 hektare dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus. Bendali Ampal Hulu diperkirakan mampu mereduksi banjir hingga 40 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

