Bankaltimtara

Kelas Menengah Indonesia Terancam Jadi Miskin, Ekonom: Pemerintah Harus Beri Insentif

Kelas Menengah Indonesia Terancam Jadi Miskin, Ekonom: Pemerintah Harus Beri Insentif

Ilustrasi kelas menengah Indonesia.-istimewa-

JAKARTA, NOMORSATUKALTIM - Kelas menengah Indonesia membutuhkan insentif dari pemerintah agar ekonomi terus berputar. Pasalnya, kelompok ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan penopang utama konsumsi domestik, sehingga berperan vital bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal ini diungkapkan Direktur Pengembangan Big Data Indef, Eko Listiyanto seperti dilansir Beritasatu, Senin 18 Agustus 2025.

Dia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap kelas menengah. Insentif yang diperlukan, seperti diskon listrik, transportasi publik, atau keringanan tarif pajak.

“Kalau daya beli mereka meningkat salah satunya dengan diberi insentif, maka laju konsumsi rumah tangga dapat meningkat, setidaknya setara dengan pertumbuhan ekonomi di level 5 persen,” ujar Eko dikutip dari Beritasatu.

BACA JUGA: Kritik Pidato RAPBN 2026 Prabowo, Ekonom Sebut Ambisi Menghapus Defisit Bukan Perkara Mudah

BACA JUGA: Bupati Sri Juniarsih Dorong Sinergi Pariwisata dan UMKM untuk Membangun Ekonomi Berau

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, konsumsi rumah tangga menyumbang kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni sebesar 54,25 persen pada kuartal II 2025.

Kontribusi ini menjadikan kelas menengah sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional dengan andil 2,64 persen dari total pertumbuhan 5,12 persen.

Oleh karena itu, kata Eko, jika kelas menengah diabaikan, kelompok ini berisiko terkikis dan turun ke garis kemiskinan.

Data BPS menunjukkan terjadi penurunan jumlah masyarakat kelas menengah dalam 5 tahun terakhir, yakni pada 2019, terdapat 57,33 juta orang kelas menengah, tetapi pada 2024 jumlahnya menyusut menjadi 47,85 juta jiwa.

BACA JUGA: Target Pajak 2026 Naik 13,5 Persen, Sri Mulyani Tegaskan Tanpa Pajak Baru

BACA JUGA: Kelas Menengah Diprediksi Terpuruk di 2025, Ekonom: Hindari Kartu Kredit

Eko menjelaskan, bahwa tanpa insentif untuk kelas menengah, kontribusi konsumsi mereka terhadap PDB juga akan menyusut. "Pertumbuhan ekonomi nasional berisiko melambat,” ujarnya.

Selain itu, Eko mendorong agar penerima bantuan sosial (bansos) dari kalangan masyarakat miskin dapat “naik kelas” secara ekonomi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: