Kendalikan Inflasi, Polres Bontang Gelar Pasar Murah
Salah satu warga mengunjungi Pasar Murah yang digelar Polres Bontang. -Michael/Disway Kaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Inflasi Kalimantan Timur Juli 2025 sebesar 2,08 persen (yoy). Salah satu faktor penyebab inflasi terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau.
Sektor ini menyumbang 3,78 persen dibandingkan Juli 2024. Dibandingkan Juni 2025, inflasi di Benua Etam mengalami kenaikan dari 1,62 persen di periode tersebut.
Lintas instansi mencoba untuk melakukan penekanan angka inflasi. Termasuk di Bontang. Walau, Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang belum mencatat angka pasti inflasi di Kota Taman.
Karena itu, kota yang dipimpin Neni Moerniaeni ini belum masuk dalam daftar BPS Kaltim sebagai daerah penyumbang inflasi.
Tetapi, upaya penekanan inflasi tetap dilakukan. Salah satunya melakukan pasar murah, di halaman markas komando Polres Bontang, Jalan Bhayangkara.
Empat tenda didirikan. Ada yang menjual beras, gula, tepung terigu dan minyak goreng.
“Kami ingin agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Sehingga, angka inflasi di Bontang tetap terkendali,” kata Kepala Polres Bontang AKBP Widho Anriano, saat ditemui Nomorsatukaltim, Selasa 12 Agustus 2025.
Pasar murah ini diinisiasi oleh Polres Bontang. Bahan pokok tesebut dijual di bawah harga pasaran.
Misalnya saja beras dengan kualitas medium dijual dengan harga Rp 60 ribu per lima kilogram.
Artinya hanya Rp 12 ribu per kilogram. Di pasaran, beras medium dijual dengan harga Rp 16.300 per kilogram.
Selain beras, pasar murah juga menjual gula dan tepung terigu. Masing-masing disiapkan 100 kilogram.
Gula dijual Rp 17.500 per kilogram. Sementara tepung terigu dijual Rp 11 ribu.
“Beras ini kami siapkan dua ton. Itu untuk operasi pasar murah selama dua hari. Kami menjual bahan pokok itu di bawah harga eceran tertinggi (HET). Kalau beras HET-nya Rp 12,500 per kilogram,” ungkapnya.
Perwira menengah melati dua itu menjelaskan, dalam menjalankan pasar murah itu, berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

