Tingkatkan Ekonomi Daerah, DPMPTSP Beberkan Peluang Investasi di Bontang
Analisis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel-Michael Fredy Y/Nomorsatukaltim-
BONTANG, NOMORSATUKALTIM - Analisis Kebijakan Ahli Madya Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel mengatakan, tahun ini, Pemkot Bontang akan melakukan peningkatan pendapatan perkapita. Caranya dengan melakukan penumbuhan investasi minimal Rp2,5 triliun pada 2025.
Untuk mewujudkan itu, Pemkot Bontang pun memberikan berbagai kemudahan untuk berinvestasi. Selain itu, menciptakan wirausaha baru dan memfasilitasi pelaku UMKM Bontang sehingga dapat mendorong potensi lokal dalam melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi Bontang.
“Dalam meningkatkan ekonomi Bontang, perlu dilakukan sinergitas antara pemerintah daerah dan perusahaan yang ada di Bontang. Khususnya dalam penguatan ekosistem UMKM serta penyediaan ruang usaha produktif. Sehingga dapat terwujud perluasan basis ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya, Rabu 2 Juli 2025.
Menurutnya, di kota yang kini berusia 26 tahun ini, memiliki 17 peluang investasi. Diantaranya pergudangan, pelabuhan, pabrik pengolahan limbah B3, pabrik pengolahan garam, pabrik penyulingan air laut, pabrik pengalengan ikan, pengolahan rumput laut dan pabrik isotank.
BACA JUGA: 25 Ribu Pekerja di Bontang Jadi Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah
BACA JUGA: Pasar Mobil Bekas Terus Tumbuh di Kota Bontang
Lalu, pabrik pemrosesan biodiesel, gliserin, sabun dan detergen, pabrik pembuatan kaca, baking soda, pabrik pengolahan jeruk, pabrik pengolahan karet, pasar dan terminal.
“Semua ini bisa dijadikan peluang untuk investor datang ke Bontang untuk berinvestasi. Semua itu bisa dilakukan di kawasan peruntukan industri (KIP) Bontang yang luasnya 1.102,94 hektare,” terangnya.
Diketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) Bontang, pertumbuhan ekonomi Kota Taman tahun lalu minus 2,51 persen (year on year/ yoy).
Berdasarkan catatan itu, PDRB ADHB sebesar Rp68,42 triliun dan PDRB ADHK sebesar Rp41,56 triliun.
BACA JUGA: Kesulitan Mendaftar Online jadi Masalah SPMB 2025, Dewan Pendidikan Sarankan Pembenahan
BACA JUGA: Masyarakat Bontang Taat Bayar Pajak, Penerimaan Pajak Meningkat
Dari catatan BPS Bontang, struktur ekonomi di kota itu didominasi oleh empat lapangan usaha, yakni industri pengolahan sebesar 76,33 persen.
Lalu, konstruksi 8,07 persen. Ada juga perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan motor sebesar 3,70 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

