Pertemuan Perdana Aulia–Rendi: Santai, Tanpa Protokoler, Anti Baper
Pertemuan perdana publik, Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin langsung bersama para jurnalis-Ari Rachiem-Disway Kaltim
KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Pertemuan perdana publik, Bupati dan Wakil Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin bersama jurnalis digelar dalam suasana santai dan penuh makna di Bukit Mahoni, Tenggarong Seberang pada Selasa malam, 1 Juni 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah awal keduanya untuk membuka ruang komunikasi publik yang sehat, transparan, serta menandai komitmen mereka terhadap keterbukaan terhadap kritik dengan semangat “No Baper-Baper Club”.
Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni. Aulia dan Rendi secara khusus memilih duduk bersama insan pers sebagai agenda publik pertama mereka setelah resmi menjabat, tanpa menghadirkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau protokoler rumit.
BACA JUGA : Polri Diminta Adaptif dan Proaktif, Kapolda Kaltim: Kehadiran Harus Dirasakan Maksimal
“Malam ini, kawan-kawan media adalah komunitas pertama yang kami temui usai dilantik. Biasanya pejabat baru langsung marah-marah ke dinas. Kami tidak. Kami ke pasar, dan malam ini ke kalian,” ujar Aulia.
Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai cermin pemerintahan, bukan hanya sekadar penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengingat akan tanggung jawab yang harus terus dijaga.
“Kalau kita tidak bercermin, semua orang bisa bilang kita tampan, padahal wajah kita sudah berantakan. Media adalah cermin terbaik kami,” tegas Aulia.
Dalam kesempatan tersebut, Aulia juga menyampaikan bahwa kehadiran media adalah refleksi nyata dari aspirasi dan pengawasan masyarakat terhadap jalannya roda pemerintahan.
BACA JUGA : Persikutim United Resmi Diperkenalkan, Siap Berlaga di Liga 3 Indonesia
“Kalau kita melihat cermin yang palin jernih, kita bisa melihat diri kita sebenarnya, dan itu bisa dilihat dari para rekan jurnalis,” ungkapnya,
Menurutnya, jurnalis adalah bagian penting dari dinamika demokrasi daerah, dan pemerintah harus menjalin relasi sehat dengan awak media.
“Pers ini istimewa karena termasuk komunitas publik yang pertama kali kami temui, usai kami menjabat,” sambungnya.
Agenda tanpa protokoler ini menjadi simbol bahwa pemerintahan Aulia-Rendi ingin dekat dengan masyarakat dan tidak terjebak dalam rutinitas birokrasi yang kaku.
BACA JUGA : Kukar Rencana Bangun Bioskop Pertama di Tenggarong, Ini Dua Lokasi yang Disiapkan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

