Bankaltimtara

Tentukan Awal Ramadan 1446 H, Pengamatan Hilal di Balikpapan Terkendala Cuaca

Tentukan Awal Ramadan 1446 H, Pengamatan Hilal di Balikpapan Terkendala Cuaca

Proses rukyatul hilal di Balikpapan yang dilakukan di rooftop Platinum Hotel, pada Jumat (28/2/2025) sore.-(Disway/ Chandra)-

BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Upaya pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah yang dilakukan di Balikpapan pada Jumat (28/2/2025) sore, menghadapi kendala akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Pengamatan ini berlangsung di rooftop Hotel Platinum dengan ketinggian sekitar 100 meter, menggunakan teropong dari Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan.

Menurut pantauan Nomorsatukaltim di lokasi, proses rukyatul hilal dimulai pada pukul 18.29 WITA, sesaat setelah matahari terbenam, dan berlangsung selama 19 menit. 

Berdasarkan informasi, perhitungan astronomi atau hisab pada ketinggian hilal saat matahari terbenam mencapai 3,52 derajat.

BACA JUGA : THM di PPU Diminta Tutup Total Selama Ramadan

Namun, hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa hilal tidak dapat terlihat hingga bulan terbenam pada pukul 18.49 WITA. 

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan, Masrivani, menyatakan bahwa cuaca menjadi faktor utama yang menghambat visibilitas hilal.

"Hingga bulan terbenam pada pukul 18.49 WITA, hilal tidak dapat dilihat karena kondisi cuaca yang tidak mendukung," ujar Masrivani, usai agenda pemantauan hilal, Jumat (28/2/2025) malam.

Selain faktor cuaca, ia juga menambahkan bahwa ketinggian hilal yang terhitung berdasarkan hisab belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Majelis Ulama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Sesuai standar MABIMS, kata Masrivani, syarat minimal ketinggian hilal adalah 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat, sedangkan dalam pengamatan ini, elongasi yang tercatat hanya 4,06 derajat.

BACA JUGA : Rekayasa Lalu Lintas Sebabkan Kemacetan Hingga 1 Jam, Jembatan Mahakam I Terpaksa Dibuka Kembali

Dengan hasil ini, kepastian mengenai awal Ramadan masih menunggu laporan dari wilayah lain di Indonesia yang juga melakukan rukyatul hilal.

"Data dari berbagai daerah nantinya akan disampaikan kepada Kementerian Agama RI, yang kemudian mengumumkan penetapan resmi," tambah Masrivani.

Disamping itu, Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, menjelaskan bahwa hilal memiliki ketinggian 3,877 derajat dengan elongasi 4,06 derajat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: