Menhut Raja Juli Pantau Karhutla di Berau, Sebut Habitat Orangutan Aman
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni tiba di Bandar Udara Kalimarau, Berau, Rabu (25/8/2026).-(Disway Kaltim/ Setiawan)-
TANJUNG REDEB, NOMORSATUKALTIM – Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni tiba di Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu, 25 Agustus 2026.
Raja hadir untuk memantau perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta jalannya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Ia mengungkapkan, salah satu yang menjadi perhatiannya adalah Kawasan Konservasi Orangutan, yang berada di Kecamatan Kelay.
“Alhadulillah, untuk kawasan konservasi orangutannya masih aman dan selamat dari ancaman Karhutla yang terjadi,” ujarnya kepada awak media, Rabu (25/8/2026).
BACA JUGA: Hujan Ringan Guyur Kecamatan Segah Pasca Penyemaian Garam dalam OMC di Berau
BACA JUGA: Penyebaran Awan Tak Menentu Jadi Kendala Utama Operasi Modifikasi Cuaca di Berau
Dikatakannya, saat ini penganganan Karhutla di Berau menjadi salah satu prioritas utama. Mengingat, Berau menjadi salah satu daerah paling terdampak di Kalimantan Timur.
“Apalagi, di Berau memang menjadi habitat asli hewan-hewan dilindungi. Tentu, harus diperhatikan. Jangan sampai, satwa endemik yang terancam punah tersebut jadi korban,” katanya.
Lebih lanjut, Raja akan memastikan, habitat asli yang menjadi kawasan pelepasliaran orangutan tidak terdampak penyebaran api Karhutla.
“Setelah dilakukan konservasi, tentunya nanti akan dilepaskan kembali ke alam. Kami datang ke sini, juga untuk memastikan bahwa, habitat asli orangutan tersebut masih ada dan layak untuk dihuni satwa tersebut,” bebernya.
BACA JUGA: Suhu Capai 37,8 Derajat Celcius, Berau Jadi Daerah Terpanas di Indonesia
BACA JUGA: Tangani Kemarau Ekstrem, Pesawat Modifikasi Cuaca Tiba di Berau
Raja menjelaskan, pihaknya akan berupaya maksimal untuk melakukan rehabilitasi hutan yang terbakar. Kendati begitu, tidak bisa dilakukan secara cepat. Mengingat saat ini, tim masih berfokus pada penanganan Karhutla.
“Pasti nanti akan kami upayakan rehabilitasi. Dan sebenarnya sudah ada tim kami yang jalan di lapangan. Tapi sekarang, kita semua harus berfokus pada penanganan penyebaran api terlebih dahulu,” bebernya.
Dirinya pun berharap, OMC yang dilakukan saat ini bisa berjalan maksimal. Sehingga, kasus Karhutla yang terjadi di Berau bisa diatasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
