Bankaltimtara

Cegah Kasus MBG Basi, Pemkab Kukar Siapkan Sejumlah Langkah Antisipasi

Cegah Kasus MBG Basi, Pemkab Kukar Siapkan Sejumlah Langkah Antisipasi

Siswa salah satu sekolah di Kukar bersiap makan siang dengan menu MBG.-(Dok. Disway Kaltim)-

KUTAI KARTANEGARA, NOMORSATUKALTIM – Kasus makanan bergizi (MBG) basi yang menimbulkan ribuan korban keracunan di berbagai daerah Indonesia mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Wabup Kukar), Rendi Solihin. 

Ia menegaskan, Pemkab Kukar tidak akan tinggal diam apabila kasus serupa terjadi di wilayahnya.

Rendi memastikan pemerintah daerah akan bergerak cepat menindak setiap laporan terkait dugaan MBG basi di Kukar. Langkah evaluasi akan dilakukan menyeluruh, mulai dari sekolah penerima hingga penyedia program, agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau memang itu terjadi dan ada laporan, khususnya di Kukar, kita akan kunjungi dan evaluasi. Presiden Prabowo Subianto juga sudah menyoroti kasus ini agar tidak terulang lagi. Jadi Pemkab Kukar akan beri perhatian khusus, termasuk mengevaluasi jika ada penyedia yang tidak memenuhi standar,” tegasnya,  pada Sabtu (5/10/2025).

BACA JUGA: Semua Dapur MBG Kini Wajib Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Menurut Rendi, pencegahan kasus MBG basi tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh pemerintah daerah. Diperlukan kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan dukungan dari berbagai pihak agar pengawasan berjalan maksimal.

“Pasti kita kerja dengan semua OPD terkait. Kalau ada tinjauan, teman-teman media juga akan kami undang. Tapi saat ini kita masih menunggu laporan resmi dari OPD,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kukar akan memprioritaskan pengecekan ke sekolah-sekolah penerima bantuan makanan bergizi sebelum menelusuri penyedia yang bertanggung jawab atas distribusi produk tersebut.

“Seharusnya itu yang paling penting. Jadi kalau ada laporan sekolah mana yang kejadian, kita tinjau dulu sekolahnya, lalu lanjut ke lapangan sampai ke penyedianya,” ujarnya.

BACA JUGA: Keluhan MBG Banyak Basi Terus Bermunculan, BGN: Selama Ini Masaknya Hanya Satu Kali

Data dari Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) mencatat, terdapat 6.452 kasus keracunan makanan bergizi di berbagai daerah hingga 21 September 2025. Jumlah itu meningkat dari 5.360 kasus hanya dalam waktu seminggu. 

Kasus terbanyak terjadi di Jawa Barat, DIY, Jawa Tengah, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah. Bahkan di Bandung, lebih dari 1.000 orang mengalami keracunan akibat program MBG.

Sebagai langkah pencegahan dan percepatan pengawasan, Pemkab Kukar melalui kecamatan-kecamatan mulai membentuk Satuan Tugas (Satgas) percepatan program makanan bergizi, termasuk di Kecamatan Tenggarong. 

Satgas ini akan memastikan penyediaan makanan sesuai standar dan mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: