Transaksi Non-Tunai dan UMKM Jadi Arah Baru Aktivitas Publik di Balikpapan
Peserta FENTURUN 2025 Balikpapan mengantri melakukan pembelian di berbagai tenant UMKM menggunakan QRIS.-Salsabila-Disway Kaltim
BALIKPAPAN, NOMORSATUKALTIM - Kegiatan lari FENTURUN yang diikuti sekira 2.300 peserta pada akhir pekan di Balikpapan tak hanya menjadi ajang olahraga massal, tetapi juga sarana percepatan literasi transaksi non-tunai dan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan menyiapkan rangkaian program yang menjadikan transaksi digital sebagai komponen utama acara ini.
Kepala KPw BI Balikpapan, Robi Ariadi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema pertumbuhan ekonomi yang dikaitkan langsung dengan perputaran konsumsi rumah tangga.
Pihaknya menargetkan sekitar 10.000 transaksi non-tunai selama penyelenggaraan.
BACA JUGA : Tahun Ini Paser Dapat Jatah 138 Orang untuk Dibiayai Umrah dan Wisata Religi
Awalnya, terdapat 42 tenant yang mendaftar untuk berpartisipasi, namun setelah proses kurasi hanya 12 tenant yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
"Tenant yang kami ikutkan wajib menggunakan QRIS dan produknya harus makanan sehat," kata Robi.
Ia menuturkan, ketentuan pembayaran elektronik ditetapkan agar masyarakat semakin terbiasa melakukan transaksi digital, sejalan dengan tren pertumbuhan sistem pembayaran nasional yang terus bergeser ke model non-tunai.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
