Anak Muda Samarinda Menyulam Memori Lewat Fotografi Analog
Komunitas Analog Klab Samarinda menggelar Workshop bertajuk “Pursuit of Portrait Photography” - -Komunitas Analog Klab Samarinda.-
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM – Sekelompok anak muda Samarinda pecinta fotografi berkumpul. Di sebuah sudut tenang di Jalan APT Pranoto, tepatnya di Kafe Bhumi.
Samar-sama bunyi rana kamera terdengar. Namun, bukan dari perangkat digital, melainkan dari kamera analog yang telah lama meredup dalam geliat zaman.
Mereka berkumpul dalam sebuah Workshop bertajuk “Pursuit of Portrait Photography”, yang menjadi ruang temu antara generasi baru dengan teknologi yang sempat menjadi primadona.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh komunitas Analog Klab Samarinda, sebuah kelompok yang aktif mengenalkan kembali fotografi berbasis film di era digital.
Tampak dalam kegiatan, para peserta dengan saksama memperhatikan instruktur yang menjelaskan cara kerja kamera analog.
Di antara mereka, ada yang mengenakan kemeja gelap bertuliskan “Teknisi Filmman”, seolah menjadi jembatan antara generasi.
Tangan-tangan muda tersebut mulai meraba perlahan bodi kamera yang telah menua. Mereka memerhatikan dan mencoba meresapi tiap komponen yang dulu begitu akrab bagi fotografer era silam.
"Prosesnya tidak instan, dan justru di situlah letak keistimewaannya," ujar Ferly, penyelenggara acara yang juga anggota komunitas.
BACA JUGA:Uji Lab BBM Pertamina Masih Temui Kendala, Anggota DPRD Kaltim Minta Bantuan Warganet
Ia menyebutkan, lewat kegiatan ini masyarakat dapat kembali mengakses dan merasakan penggunaan film secara langsung. Apalagi di Samarinda, keberadaan film analog dan layanan cetak foto mulai sulit ditemukan.
Baginya, melalui kegiatan ini menjadi cara untuk memperlihatkan bahwa minat terhadap kamera film belum sepenuhnya hilang.
"Kita ingin menunjukkan bahwa sebenarnya antusiasmenya masih ada. Masih ada orang-orang yang memakai kamera film dan ingin belajar," harapnya.
Ferly menyoroti bahwa dalam budaya visual hari ini, foto seringkali berakhir sebatas unggahan digital. Gambar-gambar diabadikan, lalu terlupakan dalam hitungan detik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

