Insan muda Sepakbola Kaltim Menjadi Bagian dari PSM Makassar Junior

Insan muda Sepakbola Kaltim Menjadi Bagian dari PSM Makassar Junior

adhiyaksa muhammad rasya- Istimewa--

SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Satu lagi Insan muda Sepakbola Kaltim berhasil berprestasi di kancah nasional Anak muda ini berhasil menjadi bagian dari PSM Makassar Junior.

Anak muda yang berhasil menembus skuad junior Juku Eja ini bernama Rasya.

Ditemui langsung secara eksklusif oleh media ini pada Sabtu (6/4/2024), dia memulai perjalanan menjadi Pesepakbola profesional sejak umur 9 tahun.

“Dari kecil memang udah suka main bola. Saya memulai menekuni dan menseriusin dunia sepakbola dari umur 9 tahun,” ungkapnya.

Rasya juga membeberkan bahwa dia pernah beberapa kali ganti sekolah sepakbola guna menimba ilmu si Kulit bundar.

“Awalnya saya di frenzy (nama Sekolah Sepakbola,red) setelah itu berganti ke Akademi Nahusam,” bebernya.

Atas ketekunan dan keseriusan selama lima tahun, putra kelahiran asli Samarinda ini memberanikan diri untuk mengikuti beberapa trial yang diadakan oleh Klub-klub besar di Indonesia.

Salah satunya adalah klub tertua di Indonesia yaitu PSM Makassar.

“Setelah lima tahun saya menimba ilmu di berbagai akademi Sepakbola di Samarinda ini, pada tahun kemaren saya dikasih tau oleh Coach Ferdi ada Trial yang dibuka oleh PSM Makassar. Saya coba memberanikan diri untuk berangkat mengikuti trial PSM," urainya.

Pada saat trial itu Rasya menjelaskan, dia bersaing untuk bisa bergabung di PSM Makassar setelah berhasil menyingkirkan 8 pesaing yang ingin menjadi Kiper Juku EJa.

“Yang mengikuti seleksi ini ada 8 Kiper dari penjuru Indonesia dan yang diambil hanya 3 saja. Alhamdulillah saya masuk diantara 3 kiper yang diambil PSM,” jelasnya.

Akhirnya secara resmi Rasya bergabung dalam PSM Makassar U-16 guna mengurangi kompetisi EPA Liga 1 Indonesia.

Atas bergabungnya Kiper Muda ini ke skuad PSM, Rasya menjelaskan bagaimana dia membagi waktunya antara karirnya dan pendidikannya.

“Karena sekarang saya bolak-balik Samarinda-Makassar, saya coba membagi waktu saya secara baik. Misal kalau ada jeda atau libur kompetisi saya fokus dengan pendidikan saya di SMA N 5 Samarinda. Tapi kalau ada jadwal saya sudah mengantongi restu dari sekolah, jadi saya bisa di dispenkan oleh sekolah untuk fokus berkompetisi,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: