Investasi Migas Masih Jadi Magnet di Indonesia

Investasi Migas Masih Jadi Magnet di Indonesia

Jakarta, Nomorsatukaltim.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut sektor minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi magnet investasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Staf Ahli Bidang Pengembangan Sektor Investasi Prioritas BKPM, Aries Indanarto. Dia mengatakan, investasi migas masih menarik investor. Dari sisi hulu sampai hilir. Peluangnya dinilai masih besar. Sehingga menarik investor. Baik dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, perizinan sekarang sudah menggunakan sistem Online Single Submission (OSS). Nantinya ada kriteria penggolongan izin di OSS ini. “Risiko rendah misalnya, kayak yang bisa mengajukan ya kelompok UMKM. Risiko menengah dan tinggi, nah di hulu migas ini kan masuk dalam risiko tinggi ya,” tuturnya, Rabu (10/3). Ia mengatakan, dalam program pembinaan dan pemberdayaan pengusahaan nasional di sektor migas, BKPM berkolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS). “Selama ini memang teknologi dan akses permodalan belum seperti yang kita harapkan. Ini yang jadi poin penting,” ujarnya. Pemberdayaan usaha sektor migas dilakukan dengan langkah identifikasi kebutuhan suplai barang dan jasa. Sementara pelaku usaha dalam hal ini KKKS menyiapkan pelakunya. “Siapkan pengusahanya di daerah. UMKM-nya oleh BKPM di daerah. Pelaku usaha penunjang sektor migas. BKPM, Hipmi dan SKK Migas lakukan pertemuan sosialisasi bimbingan pelatihan,” jelasnya. Dengan demikian, menurutnya, akan mendapatkan mitra penunjang migas yang cukup berkualitas dan memenuhi syarat. Kata dia, UMKM berkontribusi besar dalam perekonomian nasional. “Ada 77 perusahaan dapatkan fasilitas penanaman modal, pembebasan biaya masuk mesin, dan barang baku,” jelasnya. (cnbc/qn) Sumber: Sektor Migas Masih Jadi Magnet Investasi RI, Benarkah?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: