Mufakat Kanjeng Sinuhun (17): Sang Buronan

Mufakat Kanjeng Sinuhun (17): Sang Buronan

Anita Rossy akhirnya tertangkap--buronan yang dianggap terlibat dalam permufakatan gelap. Ketika tengah berada di sebuah desa di kawasan Regional 3 Negeri Antahberantah. Ia menjadi saksi kunci atas pengembangan kasus penggelembungan dana proyek perluasan lahan 1.000 hektare. Publik menunggu-nunggu, apakah akan ada nama baru yang jadi tersangka.

MUFAKAT KANJENG SINUHUN- DUA tahun lebih Anita Rossy mampu mengelabui aparat punggawa militer. Menjadi buronan. Namun kisah pelariannya harus segera diakhiri ketika Dana, kepala intel Punggawa Militer Sektor Kota Ulin, mulai mencium keberadaannya.

Dana diminta langsung oleh Wandi Darma, kepala Bagian Kriminal Khusus Kantor Punggawa Militer Besar untuk terus menelusuri jejak Anita. Karena Dana pula lah yang mulanya mengungkap kasus ini hingga diproses secara hukum. Sebelum akhirnya diambil alih oleh Punggawa Militer Besar.

Benar kata Waluyo, bahwa orang seperti Anita Rossy tidak punya langkah panjang. Kabur keluar negeri hingga lenyap selamanya. Anita adalah orang biasa saja. Hanya saja ia banyak kenal dengan para sinuhun di Kota Ulin.
Jejak Anita mulai tercium ketika ia tak sabar. Perempuan paruh baya itu menghubungi anak laki-laki semata wayangnya. Padahal sebelumnya sudah diwanti-wanti Sinuhun Ucok, agar putus kontak dengan keluarga, pun begitu dengan para sinuhun lainnya.

Namun, Anita kangen akan cucunya yang lama tak ia jumpai. Hidupnya terasa hampa dalam dua tahun terakhir itu. Apalagi ia tak punya teman, karena harus menghidari banyak komunikasi dengan warga di sekitar persembunyiannya itu.

Aparat punggawa militer punya alat khusus untuk melakukan penyadapan. Termasuk identifikasi suara orang yang tengah buron. Telepon Anita langsung diketahui oleh Dana. Pun begitu dengan lokasinya. Dana segera mengoordinasikan dengan punggawa militer sektor setempat di Regional 3. Jejaknya mulai tercium.

Namun, tetap belum juga diketahui lokasi persis kediaman Anita. Karena ketika itu, Anita menghubungi anaknya lewat telepon umum. Jauh dari tempat persembunyiannya. Sekitar 10 Km jaraknya. Namun setidaknya jejaknya sudah terlihat. Dana mulai bisa melokalisir kemungkinan-kemungkin persembunyian Anita.

Ketemu. Informasi dari punggawa militer setempat lokasinya telah dipantau. Mereka pun berhasil menangkap Anita Rossy sebelum meloloskan diri lagi. Dana pun segera berangkat ke Regional 3 untuk penjemputan.

Informasi soal tertangkapnya Anita Rossy bocor kepada Kaum Hermes. Mereka segera mencari kebenaran informasinya. Salah satu yang dihubungi adalah Sulaiman, kepala Humas Punggawa Militer Besar.
Kepada Kaum Hermes, Sulaiman mengaku belum tahu peristiwa tersebut. Ia pun masih mau mengonfirmasi kepada para penyidik. Keesokan harinya, Sulaiman baru membenarkan informasi tersebut.


Tertangkapnya Anita Rossy membawa semangat baru. Terutama bagi Darma dan timnya. Ini juga menunjukkan bahwa Punggawa Militer Besar benar-benar serius dalam mengusut kasus korupsi berjamaah yang sebelumnya sempat vakum.

Ini menunjukkan pula kepada timnya Mr Bobot yang melakukan supervisi perkembangan kasus ini. Mr Bobot memiliki lembaga yang konsen dalam penanganan kasus rasuah di Negeri Antahberantah.

Masyarakat pun sama. Punya harapan besar agar dalang dari kasus perluasan lahan pertanian 1.000 hektare itu bisa benar-benar terungkap. Setelah lebih dari setahun tidak ada perkembangan yang berarti. Kaum Hermes pun fokus liputannya dengan mengangkat isu-isu yang terjadi di persidangan.

Misalnya, para terdakwa dari pemangku kota yang akhirnya didakwa 5 tahun kurungan. Dianggap bersalah. Terlibat dalam perumusan proyek tersebut. Khairul, Mayang dan Britnita. Ketiganya sama. Sementara H Tiwo, salah seorang pemilik lahan, juga akhirnya diganjar lebih berat. Enam tahun kurungan. Karena dianggap bersekongkol dan terbukti menerima uang.

Sinuhun Ucok yang terakhir diputus bersalah. Karena sebelumnya Ucok menawarkan diri menjadi Justice Collabolator. Namun pengajuannya ditolak pihak penyidik. Dianggap tidak memiliki bukti yang kuat.
Padahal masyarakat Kota Ulin berharap, termasuk Kaum Hermes, dari keterangan Sinuhun Ucok lah bisa mengungkap segalanya.

Pun siapa saja yang berada di balik semua ini? Siapa aktor intelektual dari kasus itu?. Apakah Kanjeng Sinuhun benar-benar terlibat? Apakah Kepala Pemangku Kota Ulin, Sultan, juga terlibat?.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: