Bankaltimtara

Islam Melarang Merusak Lingkungan dan Ini Cara Rasulullah Merawatnya

Islam Melarang Merusak Lingkungan dan Ini Cara Rasulullah Merawatnya

Asap akibat karhutla di Indonesia berpotensi menyeberang ke Malaysia.-Antara-

Tetapi Rasulullah Saw masih mengajarkan kepada kita untuk menanam kehidupan selama kesempatan itu masih ada.   

Pesannya sangat jelas: jangan pernah berhenti melakukan kebaikan, bahkan ketika kita merasa bahwa waktu sudah sangat sempit.   

Menanam pohon mungkin tampak sederhana. Tetapi dari sebatang pohon dapat tumbuh kehidupan. 

Ia memberikan udara, menaungi manusia dari panas, menjaga tanah, menyimpan air, dan menjadi tempat hidup berbagai makhluk Allah.   

Karena itu, pohon yang kita tanam hari ini mungkin tidak langsung memberikan manfaat kepada kita. Bisa jadi manfaatnya baru dirasakan oleh anak-anak kita. Bahkan mungkin oleh generasi yang belum lahir.   

Di situlah letak pentingnya merawat alam. Kita tidak hanya berbicara tentang apa yang kita nikmati hari ini. Kita juga berbicara tentang apa yang akan kita wariskan kepada generasi sesudah kita.

Dalam konteks Indonesia, menjaga alam juga berarti memahami karakter lingkungan kita. Salah satunya adalah lahan gambut. 

Lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan tanah pada umumnya. Karena itu, pengelolaannya membutuhkan pengetahuan, kehati-hatian, dan cara yang tepat.   

BACA JUGA:Mental Gratisan dan Minimnya Apresiasi Terhadap Karya, Bagaimana Pandangannya dalam Islam?

Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:   

Pertama, mengenali dan memahami karakter serta perilaku lahan gambut. Pengetahuan tentang ekosistem gambut penting agar pengelolaannya tidak justru menimbulkan kerusakan.   

Kedua, memanfaatkan lahan sesuai dengan tipologinya. Lahan harus ditata dengan memperhatikan karakter ekosistem sehingga pemanfaatannya tidak merusak keseimbangan lingkungan.   

Ketiga, menerapkan tata kelola air yang baik. Kelembapan lahan perlu dijaga untuk mencegah kekeringan pada musim kemarau sekaligus mengurangi risiko banjir pada musim hujan.   

Keempat, tidak membuka atau memperluas lahan dengan cara membakar. Pembakaran lahan bukan hanya berisiko menimbulkan kebakaran, tetapi juga dapat menghasilkan asap yang membahayakan masyarakat dan merusak lingkungan.

Kelima, melakukan pengelolaan pertanian secara terpadu dan sistematis. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: