Seharian Main Game Selama Puasa, Emang Boleh?
Ilustrasi bermain game online.--
SAMARINDA, NOMORSATUKALTIM - Ramadan menjadi ajang untuk menguji ketahanan fisik dan mental. Banyak cara yang dilakukan mengalihkan diri dari rasa haus dan lapar. Main game salah satunya.
Fenomena yang populer saat ini adalah ngabuburit dengan menghabiskan waktu berjam-jam. Dari usai Subuh hingga menjelang Magrib, hanya untuk menatap layar ponsel atau bermain game.
Bagi sebagian anak muda, gaming adalah pelarian paling ampuh. Dengan sekali log-in ke dunia virtual, waktu seolah berjalan sepuluh kali lebih cepat. Tiba-tiba saja, azan Maghrib sudah berkumandang.
Namun, di balik serunya push rank atau misi yang terselesaikan, terdapat pertanyaan penting yang sering muncul: apakah menunggu waktu berbuka dengan cara tersebut diperbolehkan secara syar’i dan tidak membatalkan puasa?
BACA JUGA:Kumpulan 50 Ucapan Maaf Sebelum Ramadan 2026, Penuh Makna dan Doa
Dikutip nuonline, secara fikih, bermain game saat berpuasa tidak membatalkan puasa. Batalnya ibadah puasa berkaitan dengan perbuatan yang secara jelas membatalkan, seperti makan, minum, berhubungan suami istri, atau melakukan hal yang bertentangan dengan esensi puasa, termasuk murtad dengan keyakinan dan perkataan yang nyata.
Dengan demikian, seseorang yang bermain game sepanjang hari tetap sah puasanya selama ia tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Hukum bermain game selama puasa pada dasarnya diperbolehkan, selama tidak mengandung unsur yang diharamkan, tidak melalaikan kewajiban, dan dilakukan secara wajar, misalnya untuk menghilangkan kejenuhan dengan durasi secukupnya.
BACA JUGA:Kenapa Awal Puasa Bisa Berbeda? Ini Penjelasan Ilmiah dan Dasar Agamanya
Meski demikian, bermain game secara berlebihan saat puasa tidak dianjurkan. Ramadan merupakan momentum penting untuk melatih manajemen waktu dan pengendalian hawa nafsu, sehingga sebaiknya lebih banyak diisi dengan aktivitas ibadah, seperti membaca Alquran, menuntut ilmu, dan melakukan ibadah sunnah lainnya.
Sayyid Abdullah Al-Haddad menekankan agar umat Islam tidak terlalu sibuk dengan urusan dunia di bulan Ramadhan. Sebaliknya, mereka dianjurkan untuk memfokuskan diri pada ibadah. Beliau menjelaskan:
“Di antara adab yang dianjurkan adalah tidak terlalu sibuk dengan urusan dunia di bulan Ramadhan, tetapi sebaiknya mengosongkan diri untuk beribadah kepada Allah dan banyak mengingat-Nya sebisa mungkin."
"Janganlah terlibat dalam pekerjaan duniawi kecuali jika itu benar-benar diperlukan bagi dirinya sendiri atau bagi orang-orang yang menjadi tanggungannya, seperti keluarga dan sebagainya,” (Sayyid Abdullah Al-Haddad, Nashaihud Diniyah, [Beirut, Darul Kutub Ilmiyah: 2015], halaman 173).
BACA JUGA: Sakiti Hewan Secara Sengaja Menurut Pandangan Ulama Islam: Haram, Wajib Ganti Rugi
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

